Sabtu, 28 February 2015

Luhut: Sudah Terlalu Lama PERADI Milik Sekelompok Orang

Corporate Lawyer merasa terpinggirkan di PERADI.
Ali Salmande
Luhut MP Pangaribuan (kanan) dan Leonard Simorangkir (kiri), dua dari empat Wakil Ketua Umum yang menandatangani surat terbuka untuk DPC. Foto: RES.

Advokat Luhut MP Pangaribuan mengatakan bahwa sudah terlalu lama Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) hanya menjadi milik sekelompok orang, sehingga ia ingin mengembalikan PERADI sebagai rumah bersama bagi seluruh advokat Indonesia.

“Sudah terlalu lama PERADI hanya milik sekelompok orang, bukan seluruh advokat Indonesia. Karenanya saya deklarasikan niat saya untuk maju sebagai calon Ketum DPN PERADI 2015-2020,” ujar Luhut saat deklarasi pencalonan dirinya di Jakarta, Jumat (27/2).

Luhut mengibaratkan layaknya sebuah rumah, PERADI harus bisa memberi kenyamanan kepada seluruh anggotanya. Rumah itu harus bisa sebagai tempat tinggal, tempat bertanya dan tempat berlindung. “Rumah ini juga harus bisa menjadi wahana advokat untuk aktualisasikan dirinya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Luhut berharap bahwa kelak ada lagi advokat yang menjadi pemimpin nasional. Ia menunjuk Advokat senior Amir Syamsuddin – yang hadir pada acara deklarasi ini – sebagai contoh seorang advokat yang bisa meraih posisi pemipinan nasional dengan menjabat sebagai menteri hukum dan HAM pada pemerintahan sebelumnya.

Luhut juga mengatakan bahwa rumah yang nyaman juga berarti PERADI harus merangkul semua senior advokat. Ia menilai bahwa belakangan ini, para senior seakan tidak dilibatkan. “Sepuluh tahun terakhir, senior seperti terlupakan, seharusnya kita anggap sebagai orangtua sendiri,” ujarnya.

“Senior PERADI harus ditempatkan pada tempat yang layak dan pantas. Bukan hanya sekadar nasehat, tetapi juga meminta mereka sebagai mentor (bagi para advokat muda,-red),” tambahnya.

Selain itu, Luhut juga berjanji akan membawa PERADI sebagai sebuah organisasi yang disegani di kalangan penegak hukum di Indonesia. Ia mengaku sedih ketika Presiden Jokowi menunjuk Tim Sembilan yang menangani konflik Polri-KPK, tetapi tidak ada satu pun perwakilan PERADI di dalamnya.

Saya yang pertama mengingatkan bahwa adanya MoU PERADI dengan Polri dalam kasus Bambang Widjojanto,” tegas pria yang masih menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPN PERADI ini.

Luhut berharap para pengurus dan anggota PERADI bisa menjadi narasumber penting dalam pembangunan hukum Indonesia. “PERADI juga harus bisa mencetak kader seperti jejak sejawat senior kita Amir Syamsuddin sebagai menkumham atau Abdul Rahman Saleh sebagai jaksa agung,” ujarnya.

“Rekan-rekan, PERADI juga harus jadi rumah nyaman dalam menghadapi persaingan internasional. Masyarakat Ekonomi ASEAN sudah dalam hitungan bulan (pelaksanaan,-red). Jangan hanya ujian advokat yang diurus, tapi PERADI harus bisa meningkatkan daya saing advokat Indonesia,” tegasnya.

Sebelum acara deklarasi ini, Luhut juga menyelenggarakan acara diskusi seputar tantangan yang dihadapi advokat ke depan. Sejumlah pihak pun hadir sebagai narasumber. Di antaranya, mantan Menkumham Amir Syamsuddin, Sekjen PERADI Hasanuddin Nasution, Anggota Komisi III Asrul Sani, dan para pengurus organiasi advokat pendiri PERADI seperti dari HAPI, APSI, IKADIN, HKHPM, SPI dan AAI.

Anggota Dewan Kehormatan Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM) Melli Darsa mengatakan bahwa selama ini corporate lawyer kurang dilibatkan untuk membangun dan aktif di PERADI. “Kami seakan berada di pinggiran,” keluhnya.

Obor dan Cahaya
Advokat Leonard Simorangkir berharap Luhut yang sudah makan asam garam di dunia advokat bisa mengembalikan kemulian profesi advokat. “Saudara Luhut, walau usianya lebih muda dari saya, tetapi beliau adalah guru saya. Beliau sudah jadi advokat ketika saya masih magang di kantor OC Kaligis,” ujarnya.

Pria yang kini menjabat Ketua Dewan Kehormatan Pusat PERADI ini berharap advokat Indonesia kembali berkiprah seperti advokat di era Yap Thiam Hien dulu. Pada 1983, ujarnya, jumlah advokat hanya sekitar empat ribuan, jauh lebih sedikit dengan jumlah advokat sekarang yang mencapai 38 ribu.

“Walau jumlahnya dulu kecil, tetapi advokat selalu hadir di saat masyarakat membutuhkan obor atau cahaya,” pungkasnya.

HARAPAN SEMOGA MENJADI LEBIH BAIK
 - SURIPTO, SH
10.12.15 13:10
semoga sukses ya pak Luhut, beliau ini Dosen saya saat kuliah di u.i .. beliau sangat berintegritas sekali.
Peradi di tangan Bang Luhut
 - Darman Sugianto,SH.,MH
29.06.15 14:20
secara kredibilitas L. MP Pangaribuan layak dan pantas menjadi Peradi 01,,
Setuju Peradi Menjadi Rumah Advokat yang menjadi Obor atau cahaya dalam masyarakat
 - Jonlesvik M Sinaga
17.04.15 16:00
Organisasi Advokat Indonesia haruslah bersatu jangan terpecah-pecah...Sebagai Calon Ketum Peradi Bang Luhut M.P Pangaribuan harus bisa menjadi Obor atau cahaya yang dapat menyinari seluruh Advokat Indonesia dan menyinari seluruh Masyarakat pencari keadilan..
dukung pa DR.Luhut MP Pangaribuan
 - endang sulas setiawan ,SH,MH
02.04.15 11:18
saya percaya kepada Pa Luhut Pangaribuan untuk memimpin Peradi ,karena saya sudah tau sepak terjang beliau .
SEMOGA BANG LUHUT PIMPINAN YG SEJUK DAMAI
 - AGUSMAN IDRIS
22.03.15 21:09
JIKA TUHAN BERKEHENDAK BANG LUHUT JADI KETUM PERADI, SAYA MOHON KETUM PERADI DAPAT PAYUNG BAGI ADVOKAT PERADI DAN ADVOKAT ORG LAIN . JUGA CARI SOLUSI UNTUK SEMUA ADVOKAT G ADA DI ORG LAIN AGAR SEMUA SEJUK. DAN PIMPINAN DAPAT DIPERHITUNGKAN OLEH KLIEN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT, BISAHKA BANG????
kami ingin advokat bersatu agar terhormat
 - chandra guna, SH
20.03.15 19:34
jangan ada lagi advokat yang terkotak-kotak karena sangat memalukan dan merendahkan derajat advokat dimata penegak hukum lainnya.... masak advokat gak malu
Merangkul Advokad Senior
 - B. Alboin Pangaribuan
16.03.15 00:08
Merangkul advokat adalah langkah yg bagus, sehingga tidak ada lagi pengkotak-kotakan. Peradi seharusnya menjadi Rumah bagi seluruh advokad dan smoga menjadi Garam Dunia
Harapan
 - Djandel Marbun
03.03.15 09:24
Apa yang dimiliki dan ditunjukkan Pak Luhut selama ini akan mampu membawa seluruh advokat Indonesia ke level yang lebih mumpuni. Semoga Tuhan beserta beliau.
DOA DAN HARAPAN SEMOGA JADI KETUA
 - Harro Salim, Ir., MEngSc., SH., MH,, MIEAust
01.03.15 21:52
Bang Luhut, mengetahui kualitas dan kemampuan anda, kini membaca tujuan anda, tidak lain, tidak bukan harapan saya semoga anda terpilih menjadi Ketua Peradi dan membuka pintu bagi semua advokat di Indonesia. May God bless you & salam untuk bank Leonard, yang fotonya saya gunakan di BB, ketika kita di Arbitrase Singapura.
Dukungan Doa
 - Torangsimangunsong
28.02.15 17:16
saya sangat salut dan bangga atas tujuan bang Luhut,saya kenal beliau di Siantar Sumut dan tahu kepribadian beliau dari keluarga besarnya yang ada di Siantar. semoga cita-citanya terkabul. Horas Bang Luhut.....
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua