Sabtu, 15 September 2018

Lawyer Cari Beasiswa Kuliah Magister? Jangan Lewatkan 8 Peluang Berikut

 

6.Erasmus+/Erasmus Mundus

Beasiswa ini dibiayai Uni Eropa untuk program Erasmus Mundus Joint Master Degree bagi studi megister dan Erasmus Mundus Joint Doctorate bagi studi doktor di konsorsium universitas negara-negara Uni Eropa.

 

Durasi studi magister paling lama dua tahun dan studi doktor paling lama tiga tahun.Tidak ada batas usia maksimal atau syarat pengalaman kerja. Namun kampus perguruan tinggi untuk kuliah terbatas pada daftar yang disediakan dalam catalog.

 

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada situs ini.

 

7.StuNed

Studeren in Nederland atau disingkat StuNed adalah beasiswa dari pemerintah Belanda berbasis keunggulan. Potensi kepemimpinan di masa akan datang dan rencana bergiat dalam bidang pembangunan Indonesia menjadi pertimbangan dalam seleksi. Tidak ada batas usia maksimal atau syarat pengalaman kerja untuk menjadi penerima beasiswa ini.

 

Durasi studi magister paling lama dua tahun dengan bidang-bidang prioritas berikut: security and rules of law; agro-food and horticulcture; transportation, (agro)logistics and infrastructure; international trade, finance, and economics.

 

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada situs StuNed.

 

8.Orange Tulip Scholarship

Beasiswa Orange Tulip diberikan oleh perguruan tinggi di Belanda untuk program sarjana hingga doktor. Beasiswa yang ditawarkan umumnya berbentuk potongan biaya studi (sebagian atau seluruhnya) atau subsidi biaya hidup. Tidak ada batas maksimal usia dan syarat pengalaman kerja untuk mendaftar beasiswa ini.

 

Perguruan tinggi yang ikut menjadi peserta pemberi beasiswa Orange Tulip bisa berbeda setiap tahunnya termasuk program studi yang ditawarkan. Daftar perguruan tinggi yang berpartisipasi, program studi yang ditawarkan serta prosedur lebih lengkap terdapat di situs ini.

 

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua