Kamis, 10 Januari 2019

Desakan untuk Polri Ungkap Teror terhadap KPK

 

Anggota Komisi III DPR, Didik Mukrianto mengatakan aksi tersebut menambah deretan ancaman terhadap kerja-kerja pemberantasan korupsi setelah kasus penyiraman air keras yang menimpa wajah Novel Baswedan. Dia mengutuk keras aksi tersebut. Karenanya, Polri  dengan berbagai kelebihan yang dimilikinya mesti menangkap pelaku “Kita mengutuk keras. Setelah Novel Baswedan, kali ini pimpinan KPK, ada apa ini? Teror ini tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun,” sebutnya.

 

Didik pun mendesak kepolisian agar bekerja serius dalam mengungkap aksi teror bom yang dialami Agus Raharjo dan Laode M. Syarif dengan dukungan penuh dari pemerintah dan aparat penegak hukum lain. Baginya, apapun bentuk teror terhadap aparatur penegak hukum atau warga negara tak boleh dibiarkan. Apalagi teror terhadap pemberantasan korupsi di tanah air.

 

“Tindak tegas para pelaku peristiwa teror bom tersebut tanpa ragu-ragu. Adanya barang bukti yang ditemukan, mari kita percayakan kepada pihak kepolisian,” ajaknya.

 

Ancaman kelembagaan

Senada, Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz  meminta Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian memerintahkan seluruh jajarannya mengungkap dan menjerat pelaku teror bom terhadap pimpinan KPK termasuk teror-teror sebelumnya yang dialami jajaran KPK.

 

Donal menilai, teror bom tersebut merupakan “sinyal” langsung tak hanya terhadap pimpinan KPK secara personal, namun juga institusi dan seluruh jajaran pegawai KPK. Kata lain, serangkaian ancaman teror dialamatkan kepada KPK merupakan bentuk ancaman kelembagaan dan upaya pemberantasan korupsi. Sebab, teror tersebut bukan kali pertama dialami KPK.

 

Terdapat serangkaian teror yang pernah dialami jajaran pegawai KPK. Seperti penyerbuan fasilitas KPK berupa safe house; ancaman bom di gedung KPK dan rumah penyidik KPK. Kemudian, penyiraman air keras dan kendaraan milik penyidik; ancaman terhadap pegawai KPK; perampasan perlengkapan milik penyidik KPK; penculikan dan percobaan pembunuhan terhadap penyidik.

 

Menurutnya, teror tersebut merupakan tindakan berani yang boleh jadi terinspirasi dari teror yang berhasil. Seperti penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan lantaran Polri belum mampu mengungkap pelakunya. “Teror bom di kediaman pimpinan KPK mesti cepat diungkap penegak hukum agar upaya tidak muncul spekulasi liar dan semakin memanaskan suasana, mengingat ini tahun politik,” katanya.

 

Untuk diketahui, kediaman Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo di Perumahan Graha Il, Jatiasih Kota Bekasi diancam bom paralon,  pada Rabu (9/1) kemarin. Di tempat terpisah dan hampir bersama, kediaman Wakil Ketua KPK laode syarief juga dilempar dua bom molotov di Kalibata, Jakarta selatan. Satu bom molotov diantaranya meledak.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua