Rabu, 23 Januari 2019

Siap-siap, Hukumonline Kembali Gelar Survei Peringkat Corporate Law Firm di Indonesia

Responden survei adalah corporate law firm yang menjadi pelanggan Hukumonline.
RED

Hukumonline.com kembali menggelar survei pemeringkatan corporate law firm (kantor hukum korporasi) terbesar di Indonesia. Survei ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya dilakukan Hukumonline pada awal tahun lalu. Pertanyaan yang diajukan dalam survei kali ini hampir sama dengan survei tahun lalu.

 

Hanya saja, ada sedikit penambahan pertanyaan dalam survei kali ini. Sesuai dengan perkembangan dunia digital belakangan ini, era disrupsi juga turut dirasakan oleh kantor hukum Indonesia. Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat kantor hukum harus beradaptasi sehingga dapat bertahan dari derasnya disrupsi.

 

Survei ini dibalut dengan kuesioner yang disebar melalui surat elektronik atau email langsung kepada para responden. Responden survei adalah corporate law firm yang menjadi pelanggan Hukumonline.com. Batas akhir pengembalian survei adalah Jumat 8 Februari 2019.

 

Melalui self assessment atau mengisi sendiri kuesioner, kantor-kantor hukum tersebut diharapkan dapat memberikan informasi yang akurat seputar data kantornya. Satu kuesioner mewakili jawaban dari satu kantor hukum. Sehingga, akurasi dan efisensi pengisian survei terlaksana. Kuesioner ini bermaksud untuk melihat lebih jauh wajah kantor hukum yang bergerak di korporasi. 

 

 

Dilansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, korporasi (corporate) adalah perusahaan atau badan usaha yang berbadan hukum dan sangat besar atau beberapa perusahaan yang dikelola dan dijalankan sebagai satu perusahaan besar. Untuk itu, corporate law firm adalah law firm atau kantor hukum yang bidang praktiknya meliputi finansial, perbankan, pasar modal, infrastruktur, merger dan akuisisi, perpajakan, investasi, persaingan usaha, minyak energi dan batubara, telekomunikasi, kekayaan intelektual dan lainnya.

 

Secara keseluruhan, kuesioner ini dibagi atas lima subjudul. Kelimanya adalah informasi kantor hukum, practice area dan fee earners, afiliasi dan kantor cabang, penghargaan serta adopsi kantor hukum terhadap teknologi. Tiap subjudul, terdiri dari beragam pertanyaan, ada yang satu pertanyaan hingga lima pertanyaan tiap subjudul. Jenis pertanyaan juga beragam, ada yang pilihan hingga essay.

 

Baca:

 

Untuk mengukur besarnya kantor hukum, penilaian survei adalah mengukur jumlah total fee earners dari kantor tersebut. Fee earners di sini meliputi partner, associate, of counsel hingga lawyer asing yang dimiliki kantor hukum. Semakin banyak jumlah fee earners, maka semakin besar atau tinggi peringkat kantor hukum tersebut.

 

Banyaknya jumlah fee earners sebagai salah satu parameter besarnya kantor hukum antara lain digunakan juga oleh Georgetown Law School. Menurut mereka, semakin banyak advokat dan lokasi kantor yang dimiliki oleh kantor hukum, maka kantor tersebut bisa dianggap sebagai firma hukum besar.

 

Dengan demikian, sebagai corporate law firm, firma hukum tersebut harus bisa melayani korporasi dengan berbagai area praktiknya. Jawaban kantor hukum berkaitan dengan teknologi dan subjudul lainnya dalam survei turut menyumbang penilaian survei. Yuk, ikuti surveinya!!

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua