Selasa, 12 Pebruari 2019

Pengurus Iluni FHUI 2018-2021 Telah Dilantik, Siapa Saja Mereka?

Alumni FHUI diharapkan dapat berkontribusi terhadap kemajuan hukum di Indonesia.
Mochamad Januar Rizki
Para pengurus Iluni FHUI 2018-2021. Foto: Istimewa

Setelah resmi memiliki nahkoda baru pada Desember 2018, Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (Iluni FHUI) kini memiliki kepengurusan anggota periode 2018-2021. Pelantikan anggota Iluni FHUI tersebut dilakukan di kampus Fakultas Hukum UI Depok, Jawa Barat, Sabtu (9/2).

 

Dalam sambutannya, Ketua Iluni FHUI, Ashoya Ratam mengatakan pelantikan pengurusan baru ini merupakan momentum bagi para alumni FHUI untuk berkontribusi terhadap almamater dan masyarakat luas secara langsung. Ashoya melanjutkan, para alumni FHUI memiliki kompetensi dan sumber daya yang dapat bermanfaat bagi masyarakat.

 

“Pelantikan yang kami jalan kan hari ini, bukanlah semata seremoni tanpa makna, bukan sekadar simbolisasi tanpa arti. Namun, inilah momentum awal untuk bagi kami semua untuk saling bergandengan sebagai sesama anggota dari keluarga besar Alumni FHUI memajukan almamater yang  dicintai dan banggakan,” kata Ashoya.

 

(Baca juga: Ashoya Ratam Terpilih Sebagai Nahkoda Baru Iluni FH UI)

 

Ashoya punya misi mengajak seluruh alumni untuk terus mengabdi dan ikut memajukan kualitas sivitas akademika FHUI yang berintegritas dan profesional dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Selain itu, kepengurusannya juga akan memperluas kemitraan dan menyatukan potensi membangun almamater FHUI melalui sumbangsih pemikiran dan kontribusi nyata.

 

Misi tersebut tertuang dalam rencana kerja masing-masing 7 bidang kerja dengan 16 program kerja. Salah satu program kerja yang telah berjalan yaitu membantu penyediaan mandi, cuci, kakus (MCK) untuk korban tsunami di Kalianda, Lampung. Selain itu, Iluni FHUI juga akan menggelar diskusi mengenai RUU Penghapusan Kekerasan Seksual yang tidak hanya melibatkan internal tapi juga pihak luar.

 

“Beberapa bagian bahkan sudah mulai berjalan sebelum acara pelantikan ini berlangsung, hal ini sesungguhnya menandakan keseriusan kami bersama untuk dapat mengefektifkan waktu yang tersedia, agar amanah ini tidak sia-sia. Yang perlu kami bangun ke depan adalah konsistensi dan ketulusan dari niat kita dalam melaksanakan tugas mulia ini secara bersama-sama, di tengah kesibukan dan aktivitas pekerjaan utama kita sehari-hari,” jelas Ashoya.

 

Anggota Dewan Penasihat Iluni FHUI, Mas Achmad Santosa berpesan agar Iluni FHUI dapat berkontribusi khususnya terhadap peningkatan kualitas akademik FHUI. Menurutnya, kualitas akademik harus menembus standar global. “Saya rasa semuanya setuju jika FHUI menjadi terbaik tidak hanya di Indonesia melainkan tingkat ASEAN bahkan Asia. Sehingga, FHUI menjadi fakultas 30 besar dunia bukan mimpi,” kata Mas Achmad.

 

Selain itu, Mas Achmad juga menyatakan agar Iluni FHUI menjadi lapisan paling depan dalam membawa arah dunia hukum di Indonesia. Menurutnya, para praktisi hukum lebih cenderung berkutat pada wacana praktis ketimbang ideologi. “Diskursus ideologi hukum saat ini sangat kering dan lebih ke arah praktis. Sehingga, Iluni FHUI harus berkontribusi memikirkan bagaimana membawa Indonesia menjadi negara hukum yang demokratis,” pungkasnya.

 

 

Sejumlah nama juga tercantum sebagai anggota Dewan Penasihat. Mereka adalah A. Paryomuan Pohan, Ahmad Fikri Assegaf, Andre Rahadian, Agung Irianto, Arif Wibisono, Abdul Haris Rum, Arsul Sani, Chandra Motik, Daniel Ginting, David ML Tobing, Dyah, Freddy Haris, Hikmahanto Juwana, HMBC Rikrik Rizkiyana, Imas Fatimah, Ira A. Eddymurthy, Iswahjudi Karim, Isyana W. Sadjarwo, Iwan Nurjadin, J. Irawati Chandra P, Julius Purnawan, Kurnia Toha, Melda Kamil Ariadno, Mas Achmad Sanrosa, M. Novrizal Bahar, Pieter Latumeten, Ruli Iskandar, Rustianah, Sofyan A Djalil, Timbul T Lubis, Widodo Suryandhono, Yozua Makes, Yunus Hussein, Zippora Siregar, dan Zulkifli Mafatna.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua