Jumat, 15 Pebruari 2019

M. Hatta Ali: Hakim Harus Lebih Pintar dari Jaksa dan Pengacara

Setiap elemen penegak hukum tidak boleh saling mempengaruhi dan memberi kesempatan mencederai peradilan. Masing-masing bekerja sesuai kompetensinya.
Normand Edwin Elnizar
Ilustrasi: HGW

Mahkamah Agung Republik Indonesia terus berbenah sejak upaya penguatan lembaga kekuasaan kehakiman ini dimulai pasca reformasi 1998. Satu dekade berselang, beragam inovasi telah dikembangkan Mahkamah Agung dalam melayani para pencari keadilan. Mulai dari perkara judex facti di pengadilan tingkat pertama dan banding hingga judex juris oleh puncak peradilan di Mahkamah Agung tak luput dari langkah pembaruan.

 

Sebut saja direktori salinan putusan pengadilan yang kini tersedia online, Sistem Informasi Penelusuran Perkara, Sistem Informasi Pengawasan, hingga e-court. Nampak ada kesungguhan Mahkamah Agung untuk terus membuka diri dalam memberikan layanan terbaik.

 

Sejak tahun 2012, Mahkamah Agung menata sistem penyelesaian perkara yang ditangani langsung oleh para hakim agung. Sistem kamar membuat arus perkara masuk yang disidang oleh hakim agung berdasarkan bidang spesialisasinya. Kerja sama secara khusus dengan Hoge Raad (Mahkamah Agung) Kerajaan Belanda menjadi tahap dalam merintis sistem ini.

 

Pada akhir 2018 lalu, hukumonline mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai langsung Ketua Mahkamah Agung Muhammad Hatta Ali dan President Hoge Raad M.W.C. (Maarten) Feteris. Perbincangan bersama kedua pimpinan Mahkamah Agung tersebut membahas sejumlah hal yang menjadi bagian dari kerja sama bernama judicial support program. Kedua lembaga sepakat memperpanjang kerja sama periode 2013-2018 untuk periode lima tahun berikutnya yaitu 2018-2023.

 

Hatta Ali, yang kembali terpilih menjadi Ketua Mahkamah Agung untuk periode 2017-2022, menerima hukumonline di ruang kerja Ketua Mahkamah Agung, Jumat (7/12) pagi, di penghujung 2018. Menyambut penyampaian laporan tahunan Mahkamah Agung yang tidak lama lagi, berikut petikan wawancara hukumonline bersama alumnus Fakultas Hukum Universitas Airlangga angkatan 1977 yang sekaligus Guru Besar Ilmu Hukum pada almamater tersebut.

 

Baca:

 

Bagaimana perkembangan kerjasama judicial support program sejak tahun 2013 antara Hoge Raad dengan Mahkamah Agung Indonesia?

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua