Senin, 30 September 2019

Andri Rizki Putra, Millennial Lawyer yang Having Fun jadi Aktivis Sosial

 

Dari Pengalaman Pahit ke Karya Konkret

Rizki mengaku sengaja mengambil cuti kantor selama sehari demi mengisi beberapa acara sosial termasuk sesi wawancara dengan hukumonline. Sembari santap siang di restoran masakan khas Aceh kesukaannya, Rizki menjelaskan bagaimana dirinya terjun sebagai aktivis sosial sambil berprofesi corporate lawyer.

 

Rizki diterima di Fakultas Hukum Universitas Indonesia(FHUI) pada tahun 2008 dengan ijazah pendidikan kesetaraan paket C. Masa SMA dijalaninya hanya setahun. Hal itu karena Rizki tidak menjalani pendidikan di sekolah formal yang berdurasi tiga tahun.

 

Ia belajar secara mandiri sejak lulus SMP pada tahun 2006 dan berhasil lulus ujian nasional setara SMA pada tahun 2007. Selanjutnya Rizki kembali belajar mandiri untuk seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri tahun 2008. “Gue cuma pilih FHUI. Kalau nggak keterima ya coba lagi tahun depan. Nothing to lose. Kan gue hemat setahun juga,” katanya diiringi tawa renyah.

 

Capaiannya tak berhenti di situ. Rizki satu dari segelintir alumnus FHUI yang berhasil lulus hanya dalam tiga tahun masa studi sekaligus berpredikat cum laude. Semasa kuliah pun ia menyabet penghargaan mahasiswa berprestasi dari FHUI. Tak heran ia menerima beasiswa studi selama kuliah.

 

Berbagai akselerasi studi tersebut bermula dari kekecewaan Rizki pada ujian nasional yang diwarnai kecurangan. Pihak sekolah tempatnya mengenyam pendidikan  menengah diduga membagikan kunci jawaban ujian nasional kepada para siswa. Rizki menolak keras dan tetap lulus ujian dengan kemampuannya sendiri.

 

(Baca juga: Di Era Industri 4.0, Lawyer Berkompetisi Sengit dengan Robot)

 

Ia sempat melawan dan berupaya melaporkan kecurangan itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi serta Indonesia Corruption Watch. Rizki juga tak lagi berminat pada sekolah formal. Pilihan ini  membuatnya putus sekolah. Di sisi lain ia tetap ingin melanjutkan pendidikannya. Jalan satu-satunya adalah mengikuti ujian kesetaraan paket C. “Gue pikir akan membuktikan berbeda. Gue baca di peraturannya kalau pemerintah mengakui ijazahnya,” ia menuturkan. Tekadnya saat itu adalah menjadi lulusan paket C yang diterima di perguruan tinggi negeri.

 

Semestinya Rizki tetap bisa mengikuti bimbingan belajar di program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebelum mengambil ujian paket C. Namun ia kesulitan untuk mendapatkan PKBM yang berkualitas baik. Itu sebabnya ia memilih belajar mandiri secara intensif selama setahun dan langsung mengambil ujian paket C. “Dulu gue bertekad kalau bisa masuk UI akan bikin lembaga pendidikan paket C yang berkualitas,” ujarnya. Pengalaman dan perenungannya membawa Rizki pada pilihan berkuliah di FHUI.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua