Senin, 28 Oktober 2019

Ab Massier dan Cerita tentang Bahasa Hukum Indonesia yang Terabaikan

Keluarganya itu sempat pula pindah ke Malang, Jawa Timur sebelum akhirnya mengungsi selama perang berlangsung. Setelah akhirnya mereka semua kembali ke Belanda pada tahun 1950, Ab mengetahui kisah tentang Indonesia dari keluarganya. “Saya selalu merasa memiliki suatu hubungan dengan Indonesia,” katanya dalam perbincangan lewat surat elektronik dengan hukumonline.

Belakangan Ab beralih karier menjadi pengajar bahasa dan sastra Belanda di Bonaventuracollege, Leiden dan Rijnlands Lyceum, Wassenaar. Dalam rangka tersebut, pemilik gelar doktor linguistik hukum Indonesia ini bahkan kembali ke bangku kuliah dan meraih dua gelar baru sekaligus untuk Master of Art, Dutch Language and Literature dan Master of Education, Dutch Language and Literature.

Dihitung dari tanggal pendirian Rechtshogeschool pada 28 Oktober, hari ini adalah tahun ke-95 ilmu hukum diajarkan di perguruan tinggi Indonesia. Lalu apa kabarnya perhatian atas bahasa hukum Indonesia?

(Baca juga: Mereka yang Berjasa dalam Penerjemahan Resmi KUHP).

Bertepatan dengan peringatan Dies Natalis Rechtshogeschool ke-95 yang kini beralih nama menjadi Fakultas Hukum Universitas Indonesia, berikut ini hukumonline sajikan wawancara lewat surat elektronik dengan Ab Massier, Meneer Belanda peneliti bahasa hukum Indonesia.

Apa yang membuat Anda tertarik mengkaji bahasa hukum di Indonesia?

Saat saya mengajar ‘penerjemahan teks hukum Indonesia’ di Universitas Leiden pada tahun 1988-1991, saya menemukan sejumlah terjemahan undang-undang Indonesia antara lain oleh Prof.Subekti dan Prof.Moeljatno di koleksi perpustakaan  Van Vollenhoven Institute. Saya tertarik pada fakta bahwa teks-teks ini sekilas tampak diterjemahkan secara harfiah dari teks aslinya yang berbahasa Belanda. Dituliskan dalam bahasa yang terlihat sangat berbeda dari Bahasa Indonesia yang umum.  Terjemahan ini digunakan secara luas di berbagai fakultas hukum dan profesi hukum di Indonesia. Tidak lama kemudian saya menemukan laporan Simposium Medan (1974) yang menjadi titik awal penelitian saya mengenai bahasa hukum Indonesia.

Setelah disertasi Anda dipublikasikan, apakah isu bahasa hukum masih menjadi sesuatu yang menarik untuk dikaji?

Secara umum, saya pikir bidang penelitian bahasa hukum masih sangat menarik untuk para ilmuwan dari berbagai latar belakang disiplin. Saya sendiri masih tertarik pada subjek ini  (mengikuti perkembangan hukum Indonesia saat ini dan seterusnya). Namun untuk beberapa alasan saya memilih untuk berkarir di bidang yang baru.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua