Kamis, 17 September 2020

Persoalan Data Penyebab Utama Bantuan UKM Tidak Optimal

Pemerintah perlu segera membenahi persoalan data tersebut agar UKM dapat mengajukan penerimaan bantuan.
Mochammad Januar Rizki
Ilustrasi: BAS

Pemerintah telah menggulirkan berbagai program bantuan sosial bagi masyarakat khususnya pelaku usaha mikro dan kecil (UKM) untuk menghadapi pandemi Covid-19. Salah satu program terakhir yang dikeluarkan yaitu bansos sebesar Rp 2,4 juta untuk 12 juta pelaku UKM. Bantuan tersebut diharapkan membantu UKM yang hampir seluruhnya terhenti kegiatan usahanya.

Sayangnya, program bantuan UKM dianggap masih tidak optimal mengingat masih sebagian besar bantuan tersebut belum diterima oleh pelaku usaha. Persoalan data menjadi penyebab utama bantuan tersebut dirasakan oleh pelaku UKM yang terdampak Covid-19 mengingat jumlah UKM bisa mencapai lebih 63 juta pelaku usaha. Artinya, terdapat 51 juta lebih pelaku UKM belum tersentuh bantuan Rp 2,4 juta.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), Mohammad Faisal, mengatakan pemerintah seharusnya fokus memastikan berbagai bantuan sosial tersebut tepat sasaran kepada pelaku UKM. Selain itu, pemerintah juga diminta perlu menambah jumlah penerima bantuan UKM karena masih banyak pelaku usaha kecil yang belum tersentuh bantuan.

“Yang lebih rentan adalah UKM khususnya mikro karena porsi mereka 98 persen lebih terhadap total pelaku usaha Indonesia. Gelombang kebangkrutan dan pengangguran harus dicegah paling utama kelompok rentan yaitu masyarakat miskin, mikro dan sektor usaha informal,” kata Faisal, Kamis (17/9).

Menurutnya ketepatan sasaran bantuan tersebut akan berdampak terhadap penguatan perekonomian nasional. Sebab, dia menjelaskan krisis yang terjadi saat pandemi Covid-19 memukul sektor usaha kecil sangat keras sehingga kekurangan hingga kehilangan penghasilan. (Baca Juga: Percepat Penyaluran Jadi Fokus Kebijakan Bansos UMKM)

“Yang ditargetkan 12 juta itu sudah bagus tapi harusnya coverage lebih besar lagi dan lebih cepat,” jelas Faisal.

Ekonom CORE, Akhmad Akbar mengatakan tidak optimalnya bantuan UKM ini tidak lepas dari persoalan minimnya informasi dan ketersediaan data pelaku UKM. Menurutnya, pemerintah tidak sepenuhnya menjelaskan secara rinci dan luas mengenai bantuan UKM. Sehingga, masih terdapat kebingunan dari pelaku usaha yang ingin mengajukan penerimaan bantuan tersebut.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua