Terima kasih atas pertanyaan Anda.
Artikel di bawah ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul Apa Hukumnya Membiarkan Mantan Pacar Bunuh Diri? yang dibuat oleh Ali Salmande, S.H., dan pertama kali dipublikasikan pada Selasa, 17 Mei 2011.
Artikel ini dibuat berdasarkan KUHP lama dan UU 1/2023 tentang KUHP yang diundangkan pada tanggal 2 Januari 2023.
Seluruh informasi hukum yang ada di Klinik hukumonline.com disiapkan semata – mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum (lihat Pernyataan Penyangkalan selengkapnya). Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Konsultan Mitra Justika.
Untuk menjawab pertanyaan Anda, kami sampaikan bahwa tindak pidana yang berkaitan dengan bunuh diri, diatur dalam Pasal 345 KUHP yang masih berlaku pada saat artikel ini diterbitkan dan Pasal 462 UU 1/2023 tentang KUHP yang baru berlaku 3 tahun sejak tanggal diundangkan,[1] yaitu tahun 2026 sebagai berikut:
Menurut Adami Chazawi dalam buku Kejahatan Terhadap Tubuh dan Nyawa, unsur-unsur Pasal 345 KUHP (hal. 107) adalah sebagai berikut:
- Unsur objektif perbuatan
Mendorong, menolong, memberikan sarana, pada orang untuk bunuh diri, orang tersebut jadi bunuh diri.
- Unsur subjektif
Unsur subjektif dari pasal ini adalah “dengan sengaja” yang terdapat tiga bentuk, yaitu:
- bentuk pertama, orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan mendorong orang lain untuk bunuh diri;
- bentuk kedua, orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan menolong orang lain dalam melakukan bunuh diri;
- bentuk ketiga, orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan memberikan sarana pada orang yang diketahui akan bunuh diri.
Pada perbuatan “mendorong” ini, inisiatif melakukan bunuh diri bukan berasal dari orang yang bunuh diri, melainkan dari orang lain, yakni dari orang yang mendorong. Adapun, dalam perbuatan “menolong dan memberikan sarana”, inisiatif untuk bunuh diri berasal dari korban itu sendiri, namun tidak berpengaruh apa pun pada pembentukan kehendak bagi korban untuk bunuh diri itu.
Terkait dengan perbuatan ini, Penjelasan Pasal 462 UU 1/2023 menerangkan bahwa apabila orang yang didorong, dibantu, atau diberi sarana untuk bunuh diri tidak mati, orang yang mendorong, atau memberi sarana tersebut tidak dijatuhi pidana. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa bunuh diri bukanlah suatu tindak pidana. Oleh karena itu, percobaan untuk melakukan bunuh diri juga tidak diancam dengan pidana.
Baca juga: Hukumnya Membantu Orang Lain Bunuh Diri
Berdasarkan penjelasan di atas, apabila pacar Anda bunuh diri, sementara Anda sudah berusaha meyakinkan pasangan anda untuk tidak bunuh diri, maka Anda tidak dapat dipidana berdasarkan Pasal 345 KUHP atau Pasal 462 UU 1/2023.
Dengan kata lain, apabila Anda tidak pernah secara sengaja untuk mendorong, menolong, atau memberikan saran kepada pacar Anda untuk bunuh diri, Anda tidak dapat dipidana.
Kami menyarankan Anda untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan, sehingga tidak perlu berujung pada tindak pidana atau kematian. Anda dapat membicarakan masalah ini dengan keluarga pasangan Anda atau menyarankan pihak keluarga agar pacar Anda berkonsultasi dengan profesional seperti psikolog atau psikiater untuk mencegah pacar Anda bunuh diri.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.
Dasar Hukum:
- Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Referensi:
Adami Chazawi. Kejahatan Terhadap Tubuh dan Nyawa. Cetakan ke-6. Jakarta: Rajawali Press, 2013.