Rabu, 16 Mei 2018
Dapatkah Mendaftarkan Merek yang Hanya Berupa Logo?
Pertanyaan :

Dapatkah Mendaftarkan Merek yang Hanya Berupa Logo?

Apakah bisa mendaftarkan merek hanya dengan logo saja, seperti Apple?
Punya pertanyaan lain ?
Silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
Jawaban :
Intisari:
 
 
Untuk mendapat perlindungan hak atas merek, Anda harus mendaftarkannya kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
 
Melihat rumusan yang terdapat dalam Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, pendaftaran merek yang berupa logo saja tentunya dimungkinkan, karena dalam pasal tersebut kata penghubung yang digunakan adalah “atau” yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti untuk menandai pilihan di antara beberapa hal.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.
 
 
 
Ulasan:
 
Terima kasih atas pertanyaan Anda.
 
Sebelum menjawab pertanyaan Anda, kami asumsikan bahwa Apple yang Anda maksud adalah Apple Inc. yang merupakan sebuah perusahaan teknologi berbasis di Cupertino, California, U.S.A. yang memiliki logo berbentuk buah apel yang tergigit sebagian.
 
Mengenai definisi dari merek, Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis (“UU MIG”) telah mengaturnya sebagai berikut:
 
Merek adalah tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk 2 (dua) dimensi dan/atau 3 (tiga) dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari 2 (dua) atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan/atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan/atau jasa.
 
Perlu dipahami juga bahwa hak atas Merek adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada pemilik Merek yang terdaftar untuk jangka waktu tertentu dengan menggunakan sendiri Merek tersebut atau memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya.[1]
 
Untuk mendapat perlindungan hak atas merek, Anda harus mendaftarkannya kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Hak atas Merek diperoleh setelah Merek tersebut terdaftar.[2] Merek yang telah terdaftar tentunya telah melewati proses pemeriksaan substantif. Pemeriksaan substantif merupakan pemeriksaan yang dilakukan oleh Pemeriksa[3] terhadap Permohonan pendaftaran Merek.[4]
 
Melihat rumusan yang terdapat dalam Pasal 1 angka 1 UU MIG, pendaftaran merek yang berupa logo saja tentunya dimungkinkan, karena dalam pasal tersebut kata penghubung yang digunakan adalah “atau” yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti untuk menandai pilihan di antara beberapa hal (pilihan).
 
Sebagai informasi pelengkap, kami menemukan pada laman Indonesia Trademark Database bahwa logo Apple Inc. yang Anda maksud telah didaftarkan sebagai merek dengan nomor registrasi IDM000282432 dengan tanggal pendaftaran 2 Desember 2010 oleh Apple Inc. sendiri sebagai holder-nya.
 
Penjelasan lebih lanjut tentang prosedur pendaftaran merek dapat Anda simak artikel Prosedur Pendaftaran Logo Perusahaan.
 
Untuk diketahui, terdapat pengaturan yang berbeda mengenai perpanjangan merek untuk merek terdaftar yang berupa logo atau lambang perusahaan atau badan hukum. Dalam Pasal 38 UU MIG dijelaskan bahwa:
 
  1. Perpanjangan Merek terdaftar yang berupa logo atau lambang perusahaan atau badan hukum, tidak memerlukan prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 sampai dengan Pasal 37, akan tetapi cukup dengan melakukan pembayaran biaya perpanjangan Merek terdaftar dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sebelum berakhirnya jangka waktu pelindungan bagi Merek terdaftar, sepanjang tidak terjadi sengketa terhadap perpanjangan Merek dimaksud.
  2. Dalam hal terjadi sengketa sebagaimana dimaksud pada ayat (1), penetapan pendaftaran permohonan perpanjangan Merek ditetapkan setelah memiliki putusan yang berkekuatan hukum tetap.
 
Jadi menjawab pertanyaan Anda, melihat rumusan yang terdapat dalam Pasal 1 angka 1 UU MIG, pendaftaran merek yang berupa logo saja tentunya dimungkinkan, karena dalam pasal tersebut kata sambung yang digunakan adalah “atau” yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti untuk menandai pilihan di antara beberapa hal (pilihan).
 
Demikian jawaban kami, semoga bermanfaat.
 
Dasar hukum:
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.
 
Referensi:
  1. Indonesia Trademark Database, diakses pada 15 Mei 2018 pukul 10.15 WIB;
  2. Kamus Besar Bahasa Indonesia, diakses pada 15 Mei 2018 pukul 11.20 WIB.
 

[1] Pasal 1 angka 5 UU MIG
[2] Pasal 3 UU MIG
[3] Pemeriksa adalah Pemeriksa Merek sebagai pejabat fungsional yang karena keahliannya diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Hukum dan HAM untuk melakukan pemeriksaan substantif terhadap Permohonan pendaftaran Merek (Pasal 1 angka 12 UU MIG)
[4] Pasal 23 ayat (1) UU MIG



Perjuangan Anda Jangan Berhenti di Artikel Ini

Konsultan hukum profesional siap membantu Anda. Konsultasikan masalah Anda, hanya Rp299.000,- per 30 menit.

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Bung Pokrol
Abi Jam'an Kurnia mendapatkan gelar sarjana hukum dari Universitas Indonesia pada 2017 dengan mengambil Program Kekhususan IV (Hukum tentang Kegiatan Ekonomi). 
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua