Ketentuan Aborsi Bagi Korban Pemerkosaan

Bacaan 8 Menit
Ketentuan Aborsi Bagi Korban Pemerkosaan
Pertanyaan

Saya ingin bertanya, apabila seorang perempuan (PR) diperkosa oleh seorang laki-laki (LK), kemudian si PR hamil dan karena ketakutanya akan ketahuan orang tuanya bahwa dia telah diperkosa, maka dibiarkannya hingga usia kehamilannya jatuh 4 bulan. Ketika itu, apakah masih bisa dilakukan aborsi berdasarkan Pasal 75 UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan? Apakah ada perlindungan hukum atau Hak Asasi Manusia terhadap calon bayi tersebut, seperti hak untuk hidup? Jika ada, apakah tindakan ibu tersebut merupakan suatu tindak pidana? Terima kasih.

Intisari Jawaban
?
Indikasi kedaruratan medis dan perkosaan merupakan pengecualian atas larangan aborsi atau dengan kata lain memperbolehkan aborsi berdasarkan indikasi kedaruratan medis atau akibat dari korban pemerkosaan. Itu pun hanya dapat dilakukan setelah melalui konseling dan/atau penasehatan pra tindakan dan diakhiri dengan konseling pasca tindakan yang dilakukan oleh konselor.
?
Selain itu, untuk tindakan aborsi akibat dari korban pemerkosaan, batas usia kehamilan haruslah tidak lebih dari 40 hari dihitung sejak hari pertama haid terakhir.
?
Tindakan PR yang telah melakukan aborsi dengan usia kandung telah mencapai 4 bulan adalah suatu tindakan aborsi ilegal.
?
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam dalam ulasan di bawah ini.
?