Rabu, 31 March 2010

Penandatanganan Perjanjian di Luar Negeri

Penandatanganan Perjanjian di Luar Negeri

Pertanyaan

Apabila kita membuat perjanjian di dalam negeri (otentik), maka perjanjian tersebut dipersyaratkan untuk dibuat di hadapan Notaris. Tetapi bagaimana apabila kita ingin membuat perjanjian (otentik) di luar negeri? Dan di mana pengaturannya?

Ulasan Lengkap

Perjanjian dibuat di hadapan notaris publik setempat di negara di mana Anda membuat perjanjian tersebut. Dalam hal ini, akta perjanjian yang dibuat harus sesuai dengan ketentuan mengenai peraturan jabatan notaris setempat. Sebagai catatan, syarat materiil sesuai hukum Indonesia yang berlaku bagi WNI yang membuat perjanjian di luar negeri harus dipenuhi. Syarat formil yang harus dipenuhi adalah ketentuan yang berlaku di negara di mana perjanjian dilangsungkan. Harus dilihat apakah peraturan jabatan notaris setempat mengharuskan akta dibuat dalam bahasa mereka atau Bahasa Inggris, atau bisa bahasa pilihan di antara para pihak. Misalnya, Anda membuat perjanjian di hadapan notaris Belanda dan ingin memakai Bahasa Indonesia, harus dilihat peraturan yang berlaku di negara setempat, boleh atau tidak. Kalau harus menggunakan Bahasa Belanda atau Bahasa Inggris, akta perjanjian yang Anda buat menggunakan Bahasa Belanda atau Bahasa Inggris, yang kemudian dapat diterjemahkan resmi ke dalam Bahasa Indonesia.

Jadi, perjanjian yang dibuat secara otentik harus memenuhi ketentuan yang berlaku di negara setempat, sesuai dengan peraturan jabatan notaris masing-masing negara.

Demikian sejauh yang kami ketahui. Semoga bermanfaat.

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Alfi Renata, S.H.
MITRA : Si Pokrol
Saat ini sudah tidak bekerja di Hukumonline. Namun dulu pernah bergabung di Divisi Klinik.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua