Selasa, 06 May 2008

Jaminan Hutang

Jaminan Hutang

Pertanyaan

apakah barang jaminan berupa sepeda motor seharga pasaran 4 juta beserta BPKB & STNK boleh dijual atas hutang orang yg menjaminkan sebesar 10 juta. karena yg punya hutang dan yg menjaminkannya tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan dan tidak bisa dihubungi lagi. janjinya 1 minggu akan datang menyelesaikan, tapi setelah tiga bulan ngga datang2 dan tidak bisa dihubungi lagi. karena kalo dijual pun tidak mencukupi hutangnya malah masih sisa banyak. sedangkan uangnya adalah uang perusahaan yg harus segera dipertanggung jawabkan. apakah kalo itu dijual kita bisa dituntut pasal penggelapan nggak?

Ulasan Lengkap

Terimakasih Pak Rudiky,

 

Berdasarkan pertanyaan Anda mengenai benda sebagai jaminan hutang, apakah bisa dijual tanpa dituntut pasal penggelapan, kami akan menjawab berdasar informasi yang sudah Anda sampaikan lewat pertanyaan.

 

Penyerahan benda jaminan atas perikatan utang piutang termasuk dalam kategori gadai. Melihat dari paparan dalam pertanyaan Pak Rudi, sepertinya hubungan utang-piutang antara masuk kategori gadai. Tentang gadai ini diatur dalam Pasal 1150  KUHPerdata. Selanjutnya dalam Pasal 1151 KUHPerdata diatur bahwa persetujuan gadai dibuktikan dengan segala alat yang diperbolehkan bagi pembuktian persetujuan pokok.

 

Sayang, dalam pertanyaan, Pak Rudi tidak menyebut apakah krediturnya Pak Rudi sendiri atau perusahaan dimana Pak Rudi bekerja. Namun dalam asumsi kami, krediturnya adalah Pak Rudi pribadi. Dengan demikian, pastinya ada perjanjian utang piutang dengan benda jaminan (motor berikut kelengkapan surat) yang dibuat di bawah tangan antara Pak Rudi pribadi (selaku kreditur) dengan pihak lain yang berhutang (selaku debitur).

 

Secara yuridis, pihak yang berpiutang terutama pada gadai yang tertuju terhadap benda bergerak, memberikan hak preferensi dan hak yang senantiasa mengikuti bendanya. Pak Rudi sebagai pemegang gadai mendapat perlindungan terhadap pihak ketiga seperti seolah-olah pemilik sendiri dari benda tersebut. Dengan begitu, Pak Rudi mendapat perlindungan sepanjang penerimaan  benda tersebut dilandasi dengan iktikad baik. Artinya, Pak Rudi tahu persis atau minimal telah mengira bahwa debitur adalah pemilik yang sesungguhnya dari benda yang digadai.

 

Selanjutnya Anda juga tidak menyebutkan apakah perjanjian utang piutang dengan jaminan dibuat secara tertulis atau lisan. Jika perjanjian utang-piutang itu dituangkan dalam bentuk tertulis, hal ini akan lebih memudahkan untuk melakukan perbuatan hukum lain semisal ketika hendak mengalihkan atau menjual jaminan kebendaan tersebut.  

 

Namun demikian, jika perjanjian gadai tersebut hanya dinyatakan secara lisan, hal ini pun tidak menjadi masalah sepanjang ada penegasan dalam kesepakatan lisan itu yang mengandung dua pernyataan debitur. Dua pernyataan itu antara lain pernyataan untuk memberikan jaminan kebendaan atas utangnya itu dan  pernyataan memberi kewenangan serta kuasa jual kepada pak Rudi apabila timbul kondisi debitur bercedera janji.

 

Pasal 1155 KUHPerdata memunculkan kewenangan bagi Anda untuk menjual benda gadai yang dikuasai dalam rangka pelunasan hutang. Tapi khusus jika orang yang berutang memang nyata telah melakukan cidera janji alias tidak memenuhi kewajiban (pelunasan seperti yang telah disepakati).

 

Mengacu ketentuan dalam KUHPerdata itu, ada dua cara untuk mengeksekusi benda gadai. Pertama, jika hendak dijual secara tertutup ((tidak di muka umum/privat sale), harus dilakukan melalui perantara pengadilan sesuai diatur dalam Pasal 1156 KUHPerdata. Tapi masih dengan catatan, para pihak memang telah sepakat bahwa kreditur diberikan kewenangan mengeksekusi atas benda jaminan tersebut secara penjualan langsung.

 

Cara  kedua adalah melalui bantuan kantor lelang negara sebagai bentuk penjualan di muka umum. Dengan demikian apabila para pihak telah menyepakati bahwa kreditur diberikan hak untuk mengeksekusi tanpa perantaraan pengadilan, kreditur dapat langsung meminta bantuan kantor lelang negara untuk menjual benda gadai. Hal ini untuk memenuhi ketentuan menjual barangnya gadai di muka umum dalam Pasal 1155 KUH Perdata.

 

Selanjutnya, menengok pada Keputusan Menteri Keuangan Nomor 304/KMK.01.2002 tentang Petunjuk Pelaksaan Lelang, pada Pasal 1 angka 1 menyatakan, Lelang adalah penjualan barang yang terbuka untuk umum baik secara langsung maupun melalui media elektronik dengan cara penawaran harga secara lisan atau tertulis yang didahului dengan usaha mengumpulkan peminat.

 

Sampai di sini, jika dikaitkan dengan pertanyaan Andaapakah menjual benda jaminan tersebut dapat dituntut pasal penggelapan, maka kita harus dilihat dulu ketentuan penggelapan dalam KUH Pidana.

 

Pasal 372 KUHPidana menyebutkan, Barangsiapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang yang sama sekali atau sebagian kepunyaan orang lain dan ada padanya bukan karena kejahatan, dipidana karena penggelapan dengan pidana penjara...dst.

 

Sepanjang eksekusi barang gadai yang dilakukan mengikuti prosedur eksekusi seperti kami paparkan di atas, maka pasal penggelapan tidak dapat dikenakan kepada Anda. Sebab, pengalihan benda gadai itu dilakukan sesuai prosedur semestinya dan sudah menjadi kewenangan Pak Rudi selaku kreditor yang dijamin oleh hukum.

 

Kalau Anda menempuh eksekusi lewat perantaraan hakim (pengadilan), jika permohonan dikabulkan, maka akan ada penetapan dari hakim untuk mengeksekusi benda jaminan secara tertutup (penjualan langsung). Sedangkan jika cara yang Anda tempuh adalah menjual lewat kantor lelang negara, maka akan keluar risalah lelang sebagai dasar pengalihan.

 

Akan lebih baik bila sebelum menjual benda jaminan, komunikasikan dulu hal ini pada si pemilik benda jaminan daripada muncul persoalan di kemudian hari. Mengingat harga jual pasaran dari benda jaminan itu belum dapat menutup utang, sebaiknya Anda terlebih dahulu bertemu debitor membahas perihal pelunasan sisa utang. Buat lagi kesepakatan baru mengenai itu.

 

Melihat dari pertanyaan Anda, sepertinya uang yang dipinjamkan itu adalah uang perusahaan yang harus segera dipertanggungjawabkan. Namun demikian, masalah bakal jadi lain apabila Anda tidak segera mengembalikan uang perusahaan yang dipinjamkan kepada orang lain.  Dalam hal yang demikian, pak Rudi justru bisa dituntut pasal penggelapan apabila tidak dapat mempertanggungjawabkan uang perusahaan.

 

Sekian, semoga jawaban kami bermanfaat. (NNC)

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Bung Pokrol
MITRA : Bung Pokrol
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua