Kamis, 05 July 2012

Penyalahgunaan Password untuk Mengakses E-mail Orang Lain

Penyalahgunaan Password untuk Mengakses E-mail Orang Lain

Pertanyaan

Yth., Saya mau tanya mengenai akses e-mail orang lain tanpa seizin pemilik e-mail. Apakah dapat dikatakan melanggar Undang-Undang ITE apabila kita mengakses e-mail dan informasi milik orang lain tanpa sepengetahuan pemilik e-mail, padahal sebelumnya pemilik e-mail pernah memberikan password-nya kepada kita? Dalam kasus ini, kita mengakses e-mail orang lain dengan maksud untuk menginvestigasi masalah yang berhubungan langsung dengan pemilik e-mail. Terima kasih.  

Ulasan Lengkap

Rekan yang baik,
 

Dalam Pasal 30 UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”) diatur mengenai illegal access terhadap Komputer atau Sistem Elektronik. Ketentuan ini sejalan dengan Article 2 Convention on Cybercrime. Ruang lingkup pengaturan Pasal 30 UU ITE ialah:

-          mengakses Komputer atau Sistem Elektronik milik Orang lain sebagai delik pokok (ayat [1])

-          mengakses Komputer atau Sistem Elektronik milik Orang lain untuk memperoleh informasi (ayat [2]);

-          mengakses Komputer atau Sistem Elektronik milik Orang lain dengan cara melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol sistem pengaman (ayat [3]).

 

Dalam berbagai literatur cyberlaw, illegal access dianggap sebagai akar dari cybercrime. Ketika seseorang berhasil masuk dalam Komputer atau Sistem Elektronik orang lain, maka ia dapat melakukan kejahatan lain, seperti merusak data, mengambil informasi, mematikan sistem perbankan, menyebarkan informasi bohong, dan seterusnya.

 

Prinsip pengaturan dalam Pasal 30 UU ITE ialah serupa dengan pengaturan Pasal 167 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) tentang memasuki pekarangan rumah atau tempat tertutup. Pada dasarnya, perlindungan hukum yang diberikan melalui pengaturan ini ialah bahwa setiap orang wajib menghormati properti orang lain, termasuk privasi orang tersebut di dalam kediamannya. Pembahasan hal ini merupakan isu tersendiri.

 

Dalam perumusan tindak pidana siber berdasarkan UU ITE, unsur “dengan sengaja dan tanpa hak” selalu muncul. Sengaja artinya tahu dan menghendaki perbuatan yang dilarang atau akibat yang dilarang, sedangkan tanpa hak maksudnya tidak memiliki alas hukum yang sah untuk melakukan perbuatan yang dimaksud. Alas hak dapat lahir dari peraturan perundang-undangan, perjanjian, atau alas hukum yang lain. Tanpa hak juga mengandung makna menyalahgunakan atau melampaui wewenang yang diberikan.

 

Memberikan kunci rumah kepada orang lain belum tentu memberikan hak akses penuh kepada orang itu untuk masuk ke dalam rumah kapan saja ia mau. Demikian juga memberikan password e-mail yang dimaksud. Oleh karena itu, yang perlu diperjelas ialah: hak apa yang telah diberikan oleh pemilik e-mail kepada penerima password pada waktu ia menyerahkan password tersebut? Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa tanpa hak juga mengandung makna menyalahgunakan atau melampaui wewenang yang diberikan.

 

Jika pemilik e-mail tidak menyatakan dengan tegas kepada penerima password bahwa e-mailnya dapat diakses kapanpun oleh si penerima maka penerima tidak memiliki hak untuk mengakses kapanpun ia mau. Dengan demikian, tindakan mengakses email yang dimaksud melanggar UU ITE. Dalam hal tujuan mengakses e-mail adalah untuk memperoleh informasi maka perbuatan mengakses itu ialah tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 30 ayat (2) UU ITE. Sanksi pidana atas pelanggaran Pasal 30 ayat (2) UU ITE diatur dalam Pasal 46 ayat (2) UU ITE yang berbunyi:

 

Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.700.000.000,00 (tujuh ratus juta rupiah).”

 

Mengingat cara memperoleh informasi tersebut melanggar hukum, maka informasi yang diperoleh tentunya tidak dapat dijadikan alat bukti yang sah.

 

Demikian jawaban kami, semoga bermanfaat.


Dasar hukum:

1.    Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (Wetboek van Strafrecht Staatsblad Nomor 732 Tahun 1915)

2.    Undang-Undang 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik

 

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua