Kamis, 26 September 2013

Bolehkah Menjual Batubara dari WIUP Lain?

Bolehkah Menjual Batubara dari WIUP Lain?

Pertanyaan

Bolehkah suatu perusahaan pemilik Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP - OP) Batubara menjual batubara yang berasal dari tambang WIUP lainnya (bukan berasal dari tambang WIUP-nya sendiri)? Barangkali bisa dijelaskan juga dasar hukum yang membolehkan? Terima kasih.

Ulasan Lengkap

Terima kasih atas pertanyaan Saudara dan berikut di bawah ini adalah jawaban yang dapat kami sampaikan.

 

Sebelum menjawab pertanyaan Saudara kami mengasumsikan bahwa Wilayah Izin Usaha Pertambangan (“WIUP”) lain sebagaimana Saudara maksudkan di atas adalah WIUP yang dimiliki oleh pemegang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (“IUP OP”) lain.

 

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (“UU Minerba”) kegiatan penjualan dan pengangkutan batubara hanya dapat dilakukan oleh pemegang IUP OP dan/atau pemegang IUP OP Khusus Pengangkutan dan Penjualan (“IUP OPK Trading”).

 

Selanjutnya, yang perlu dicermati adalah dalam praktik kegiatan usaha pertambangan dan juga konfirmasi yang kami terima dari pihak Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara cq. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (“ESDM”), pemegang IUP OP dalam menjalankan kegiatannya termasuk kegiatan penjualan dan pengangkutan batubara terikat dengan Rencana Kerja Anggaran Biaya (“RKAB”). RKAB adalah dokumen yang menginformasikan mengenai rencana kerja pemegang IUP OP dalam menjalankan kegiatan usahanya. RKAB wajib diajukan kepada ESDM untuk disetujui terlebih dahulu sebelum pemegang IUP OP dapat menjalankan kegiatan usaha pertambangannya. RKAB tersebut merupakan salah satu persyaratan teknis yang harus dipenuhi dalam pengajuan IUP OP sebagaimana diatur di dalam Pasal 25 huruf b Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

 

Kemudian merujuk pada penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa jika dalam RKAB yang telah disetujui, pemegang IUP OP telah mencantumkan rencana pembelian dan/atau penjualan batubara dari WIUP lain, maka pemegang IUP OP dapat melaksanakan kegiatan pembelian dan/atau penjualan batubara tersebut. Karena pada dasarnya pembelian dan penjualan batubara tersebut telah tercantum dalam RKAB yang telah disetujui oleh ESDM.

 

Namun, dalam hal rencana pembelian atau penjualan yang Saudara maksudkan belum termasuk dalam RKAB yang telah disetujui, maka sejauh informasi yang kami terima pada saat konsultasi, terdapat kemungkinan untuk melakukan penjualan dan/atau pembelian dari WIUP lain dengan cara mengajukan revisi terhadap RKAB kepada ESDM. Revisi terhadap RKAB tersebut harus diajukan paling akhir pada triwulan III, dan harus disetujui oleh ESDM.  

 

Selain hal di atas, pelaksanaan penjualan batubara atau mineral oleh pemegang IUP OP yang berasal dari WIUP lain juga dapat dilakukan dalam hal pemegang IUP OP bertujuan untuk memenuhi kewajiban dalam rangka pengutamaan pemasokan kebutuhan batubara atau mineral dalam negeri yaitu Domestic Market Obligation (“DMO”). Pelaksanaan penjualan batubara atau mineral dari WIUP lain dalam rangka DMO tersebut dilaksanakan melalui mekanisme transfer kuota. Transfer kuota dilakukan dengan cara menyampaikan dokumen rencana pembelian kuota batubara atau mineral kepada ESDM, yang kemudian transfer kuota tersebut dapat dilaksanakan setelah pemohon mendapatkan persetujuan dari ESDM. Kemudian, setelah transfer kuota dilaksanakan pemohon wajib melaporkan hasil transfer kuota tersebut kepada ESDM sebagaimana diatur di dalam Surat Edaran Nomor 5055/30/DJB/2010 Tahun 2010 tentang Teknis Pelaksanaan Pemenuhan Persentase Minimal Penjualan Batubara untuk Kepentingan Dalam Negeri.

 
Demikian jawaban yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.
 

Terima kasih.

 
Dasar hukum:

1.    Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara

2.    Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara

3.    Surat Edaran Nomor 5055/30/DJB/2010 Tahun 2010 tentang Teknis Pelaksanaan Pemenuhan Persentase Minimal Penjualan Batubara untuk Kepentingan Dalam Negeri

 

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : ADCO Law
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua