Skema billable hours, kata dia, semakin kurang relevan karena perkembangan berbagai perangkat AI mendorong klien mengevaluasi kembali biaya jasa hukum. Ia menyebut sejumlah klien (perusahaan), bahkan telah meminta kantor hukum menggunakan skema pembayaran tetap atau lump sum untuk pekerjaan tertentu.
“Dan kita, law firm juga untuk beberapa klien sudah tidak menerapkan billing hour. Untuk pekerjaan-pekerjaan yang akhirnya dari request klien itu sendiri,” tuturnya.
Meski demikian, advokat yang ahli dalam criminal litigation itu menilai perubahan tersebut perlu dilihat seiring perkembangan kebutuhan klien dan praktik industri jasa hukum. Ia menyebut skema penagihan berdasarkan jam kerja sudah mulai kehilangan relevansinya, meskipun penerapannya masih bergantung pada kesepakatan masing-masing klien dan kantor hukum.

Pemeriksaan Ulang Memastikan Kualitas Hasil
Sementara itu, Partner DeHeng ARKO Dani Indrawan berpandangan bahwa penggunaan AI memang dapat mengurangi waktu pengerjaan tugas legal, tetapi tidak serta-merta menghilangkan seluruh proses kerja yang menjadi dasar penagihan jasa hukum.
Dani mencontohkan penyusunan perjanjian yang sebelumnya membutuhkan waktu sekitar dua jam. Dengan bantuan AI, penyusunan draf awal dapat dilakukan dalam waktu lima menit. Namun, draf tersebut tidak dapat langsung diserahkan kepada klien tanpa melalui pemeriksaan lebih lanjut.
“Dulu misalkan menyusun agreement itu bisa 2 jam, tapi dengan AI mungkin bisa 5 menit. Nah bagaimana nih treatment-nya? AI itu kan boleh dibilang hanya draf awal. Kita nggak bisa langsung langsung pakai itu kirim ke klien. Kita harus periksa dulu,” jelasnya kepada Hukumonline di sela-sela acara Indonesian In-House Counsel Summit & Awards (IHCSA) 2026, di Nusa Dua, Bali, Kamis (8/10/2026).

Partner DeHeng ARKO Dani Indrawan.
Ia melanjutkan pemeriksaan dokumen hukum atau draf perjanjian tetap membutuhkan waktu, termasuk melakukan pengecekan silang terhadap informasi dan memastikan hasil pekerjaan sesuai dengan kebutuhan hukum klien. Karena itu, menurutnya, penggunaan AI kemungkinan berdampak pada penurunan biaya, tetapi tidak berarti seluruh pekerjaan dapat dihitung hanya berdasarkan waktu yang dibutuhkan AI untuk menghasilkan draf.
















