Alika Putri Fachira: Antara Profesi Hukum dan Lensa Kamera
Hukumonline NeXGen Lawyers 2026

Alika Putri Fachira: Antara Profesi Hukum dan Lensa Kamera

Alika pernah ditunjuk sebagai brand ambassador untuk program beasiswa mahasiswa, di mana ia tidak hanya meninjau perjanjian hukum, tapi juga terlibat dalam proses kreatif pembuatan iklan hingga menjadi modelnya. Baginya dunia hukum tidak melulu identik dengan kekakuan, tapi memiliki memiliki sisi kreativitas dan eksistensi diri di ruang publik.

Tim Hukumonline
Bacaan 4 Menit
Legal and Regulatory Affairs Associate PT Fliptech Lentera Inspirasi Pertiwi, Alika Putri Fachira. Foto: Istimewa
Legal and Regulatory Affairs Associate PT Fliptech Lentera Inspirasi Pertiwi, Alika Putri Fachira. Foto: Istimewa

Sosok Raden Ajeng Kartini semula hadir sebagai figur yang terasa jauh dan tidak terlalu melekat di benak Alika Putri Fachira, sebagaimana perempuan muda lain yang lahir di era 2000-an. Pengetahuannya tentang Kartini pun terbilang sederhana, seorang tokoh perempuan yang memperjuangkan emansipasi wanita di Indonesia.

Namun seiring waktu, Alika menyadari apa yang dulu ia anggap sebagai hal yang ‘biasa’ soal kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, sejatinya merupakan hasil dari perjuangan panjang. Alika melihat ruang-ruang kesempatan yang kini terbuka lebar bagi perempuan Indonesia bukanlah sesuatu yang hadir begitu saja, tapi buah dari gagasan dan keberanian tokoh Raden Ajeng Kartini.

Alika merasa bersyukur dan beruntung terlahir di masa ketika perempuan dapat mengenyam pendidikan, bebas berpendapat, dan menentukan jalan hidupnya dengan lebih leluasa. Kondisi tersebut menjadi salah satu warisan paling nyata dari perjuangan Raden Ajeng Kartini.

Namun, Alika menyadari rasa terima kasih itu akan kehilangan makna jika berhenti pada dirinya sendiri. Ia tidak ingin sekadar menjadi penikmat kesetaraan, melainkan juga berkontribusi menciptakan dampak yang lebih luas. Dorongan tersebut yang kemudian memantapkan langkahnya. Tanpa ragu, ia menjawab, “Aku mau!” saat mendapat tawaran untuk mengikuti kegiatan yang diselenggarakan HukumOnline: NexGen: Laywers 2026.

Belakangan ia menyadari ungkapan tersebut merupakan semboyan Kartini dalam surat kepada sahabatnya. Sebuah ‘mantra ringkas’ yang mampu meleburkan keragu-raguan, ketidakpercayaan diri dan membuka seribu peluang dan kesempatan untuk bertumbuh bagi dirinya. Baginya, kata-kata tersebut adalah kunci pembuka pintu kesempatan.

Berikut Adalah kutipan lengkap atas semboyan tersebut: 

"Tahukah engkau semboyanku? 'Aku mau!' Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Gunung pikiran pun hilang lebur disapu oleh dua patah kata itu. 'Aku mau!' membuat kita mudah mendaki puncak gunung."

Dalam perjalanannya, Alika menemukan dunia hukum tidak melulu identik dengan kekakuan. Menginjak tahun kedua sebagai in-house lawyer di sebuah perusahaan Financial Technology (FinTech) di Jakarta, ia menyadari profesi hukum memiliki sisi kreativitas dan eksistensi diri di ruang publik. Perusahaan tempatnya bekerja memberikan kesempatan bagi Alika untuk berkembang lebih dari sekadar praktisi hukum.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info