“Sedari awal sejak menjadi hakim dan hakim konstitusi ,saya mengatakan bahwa jika seorang hakim memutus tidak berdasarkan suara hati nuraninya maka sesungguhnya dia sedang menghukum dirinya sendiri. Dan pengadilan tertinggi sesungguhnya adalah pengadilan hati nurani,” ujarnya.
Anwar merasa fitnah yang ditujukan ke dirinya dalam menangani perkara No.90/PUU-XXI/2023 adalah keji, tidak berdasarkan hukum dan fakta. Dia menegaskan tidak akan mengorbankan diri, martabat, dan kehormatan di ujung masa pengabdian sebagai hakim demi meloloskan pasangan capres-cawapres tertentu. Apalagi pengujian UU di MK hanya terkait norma, bukan kasus kongkrit dan putusannya berdasarkan kolektif kolegial 9 hakim konstitusi.
Anwar mengatakan selain patuh asas dan norma, dalam menangani perkara 90/PUU-XXI/2023 dirinya juga mengacu yurisprudensi putusan MK sebelumnya. Sebab dalam beberapa putusan sejak tahun 2003, MK telah memberikan makna tentang konflik kepentingan yang dimaksud. Dia merasa fitnah keji yang menerpa dirinya bahwa perkara yang diputusnya berkaitan dengan pribadi dan keluarganya harus diluruskan. Menurutnya sikap negarawan harus berani mengambil keputusan demi generasi yang akan datang.
“Jadi keputusan MK tak hanya berlaku untuk hari ini tapi juga generasi yang akan datang,” paparnya.
Bagi Anwar saat ini harkat, derajat, dan martabatnya sebagai hakim karir selama 40 tahun dilumat fitnah keji dan kejam. Tapi dia tak pernah berkecil hati atau mundur untuk menegakan hukum dan keadilan. Dia juga mendoakan kepada para pihak yang selalu memfitnah dan membuat isu yang menyudutkan atau menzaliminya diampuni Allah.
Sebelumnya dalam persidangan MKMK, Selasa (31/10/2023), Ketua Majelis MKMK, Prof Jimly Asshiddiqie, mengakui PMK 1/2023 mengatur proses persidangan etik ini tidak boleh dilakukan secara terbuka karena dianggap sebagai ‘aurat keluarga’. Secara judicial governance, tidak sehat jika rahasia dapur diumbar. Tapi menjalankan hal yang tidak sesuai bukan berarti bertentangan sehingga proses pemeriksaan yang digelar MKMK dilakukan secara terbuka.
“Kita sudah banyak melakukan terobosan dan saya senang tapi masuk akal,” pungkasnya.
















