Daniel MA Siahaan, Antara Karier Lawyer dan In-House Counsel
Utama

Daniel MA Siahaan, Antara Karier Lawyer dan In-House Counsel

Awalnya, Daniel menganggap profesi In-House Counsel kurang challenging bila dibandingkan profesi advokat. Tetapi sejak beralih profesi, justru dia merasa dunia in-house counsel tidak kalah menantang yang dituntut menguasai ragam bidang hukum ketimbang advokat di firma hukum.

Ferinda K Fachri
Bacaan 5 Menit

“Mungkin sama di berbagai perusahaan, in-house counsel suka dibilang sebagai support function. Selalu mereka merasa bukan pemain utama (dibanding tim lain), banyak yang bilang seperti itu. Tantangannya apa? Saya selalu bilang ke anak-anak (tim saya), sangat mudah bagi kita menjawab semua isu yang ada di sini, tapi sangat sulit untuk menanamkan kepada mereka (tim lain) agar paham bahwa ini penting,” ungkapnya.

Hukumonline.com

Corporate Legal Division Head PT Pamapersada Nusantara Daniel MA Siahaan.

Menjawab tantangan ini, Daniel menginisiasikan hadirnya komik bulanan “Kak Daku” (Sadar Hukum) yang menyasar internal perusahaan dengan mengangkat isu operasional dari perspektif hukum. Inovasi ini telah berjalan sejak April 2022 dan dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran hukum, bahkan ditiru sejumlah divisi lain di perusahaannya.

“Masukan saya buat temen-temen yang mau menjadi in-house counsel, saat bergabung di sebuah perusahaan, hal pertama yang penting dilakukan pahami dulu bisnisnya. Dari tahap awal sampai hasil akhir, pelajari apakah dari tahapan-tahapan tersebut ada legal issue yang bisa kita jadikan concern. Sejauh mana mereka mau memahami bisnis itu, lalu mengembangkan pengetahuan hukum untuk diimplementasi dalam ruang lingkup bisnis itu. (Tapi) Jangan terlalu legalistik ya.”

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info