Di Luar Ruang Sidang, Hukum Menyisakan Luka Keluarga
LEDAKAN KRIMINALISASI KEBIJAKAN

Di Luar Ruang Sidang, Hukum Menyisakan Luka Keluarga

Dampak psikologis terhadap keluarga dan derasnya opini publik yang dinilai menggerus asas praduga tak bersalah.

Firyalfatin
Bacaan 4 Menit

Baginya, perkara yang menjerat suaminya tidak berhenti di ruang penyidikan maupun persidangan. Tapi merangsek ke dalam kehidupan keluarga yang paling intim. Anak-anak yang tak terlibat apa pun dalam perkara itu, ikut menanggung beban yang tak mereka pilih.

Utari ingat betul bagaimana opini publik terbentuk bahkan sebelum persidangan berjalan. Keluarganya, menurut dia, seolah lebih dulu diadili di ruang publik. Istilah ‘BBM oplosan’ hingga angka ‘Rp1.000 triliun’ beredar cepat di media sosial, grup percakapan, hingga pemberitaan.

Padahal, proses penyidikan masih berjalan kala itu. Angka kerugian negara belum diputuskan. Namun arus informasi sudah lebih dulu membentuk kesimpulan di banyak kepala. Batas antara dugaan, opini, dan fakta menjadi kabur.


“Nama dan wajah suami saya beserta rekan-rekannya ada di mana-mana. Mereka dihina, dihujat, dicaci, bahkan dijadikan meme. Kami hancur, takut, dan sangat tertekan,” ujarnya.

Di tengah situasi itu, Utari berusaha menjaga anak-anaknya tetap berdiri. Ia pelan-pelan menjelaskan bahwa sosok ayah yang mereka kenal tidak sama dengan gambaran yang beredar di luar. Ia menguatkan itu dengan surat-surat testimoni rekan kerja Yoki di Pertamina yang menggambarkan integritas dan profesionalisme.

Namun bagi keluarga ini, luka terbesar bukan hanya proses hukum yang berjalan, melainkan kecepatan tuduhan membentuk persepsi. Sebelum fakta lengkap dibuka di persidangan, penilaian sudah lebih dulu mengendap di ruang publik.

Ketika persidangan mulai menghadirkan fakta-fakta, perhatian publik perlahan bergeser. Sorotan yang semula besar mengerucut, lalu memudar. Di titik itu, pemulihan nama baik tidak lagi berjalan dalam arus yang sama dengan saat tuduhan pertama kali muncul. Ia melambat, sunyi, dan panjang.

Halaman Selanjutnya:
Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info