Di Tengah Krisis Iklan dan Serbuan Algoritma, Pers Diuji: Bertahan atau Menjaga Integritas
Utama

Di Tengah Krisis Iklan dan Serbuan Algoritma, Pers Diuji: Bertahan atau Menjaga Integritas

Media masih dibutuhkan untuk menjaga ruang publik, menyediakan informasi yang berkualitas dan bertanggung jawab, sekaligus menjadi benteng dalam menangkal disinformasi.

Willa Wahyuni
Bacaan 3 Menit
Dirjen Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya dalam  Media Outlook 2026: Memandang Masa Depan Media: Sinergi Bisnis, Tren Periklanan, dan Integritas di Era Hiper-Konektivitas, Kamis (5/2/2026). Foto: WIL
Dirjen Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya dalam Media Outlook 2026: Memandang Masa Depan Media: Sinergi Bisnis, Tren Periklanan, dan Integritas di Era Hiper-Konektivitas, Kamis (5/2/2026). Foto: WIL

Industri media nasional saat ini tengah berada pada fase paling menantang dalam sejarahnya. Disrupsi teknologi dan perubahan pola konsumsi informasi secara signifikan telah menggeser belanja iklan, yang berdampak langsung pada keberlanjutan perusahaan pers di berbagai platform.

Dalam satu tahun terakhir, gelombang efisiensi besar-besaran terjadi hampir di seluruh sektor media. Mulai dari media cetak, radio, media daring, hingga televisi swasta dan lokal. Jika sebelumnya iklan menjadi tulang punggung utama bisnis media, kini porsinya merosot.

Belanja iklan termasuk dari pemerintah, beralih ke influencer dan berbagai platform digital berbasis algoritma. Meski demikian, peran pers tetap dinilai krusial. Media masih dibutuhkan untuk menjaga ruang publik, menyediakan informasi yang berkualitas dan bertanggung jawab, sekaligus menjadi benteng dalam menangkal disinformasi.

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (KPM Kemkomdigi), Fifi Aleyda Yahya menegaskan bahwa masa depan pers tidak bisa dilihat dari satu sisi saja. Keberlanjutan bisnis, dinamika industri periklanan, dan integritas jurnalistik merupakan satu kesatuan yang saling terkait.

“Di tengah perubahan teknologi yang begitu cepat, tekanan ekonomi yang tidak ringan, dan ekspektasi publik yang terus meningkat, pers Indonesia tetap berdiri dan menjalankan perannya,” ujar Fifi dalam Media Outlook 2026: Memandang Masa Depan Media: Sinergi Bisnis, Tren Periklanan, dan Integritas di Era Hiper-Konektivitas, Kamis (5/2/2026).

Baca juga:

Ia menggambarkan ekosistem informasi hari ini bergerak dalam hitungan detik, dengan algoritma menentukan apa yang dilihat publik. Dalam kondisi tersebut, kecakapan sering kali lebih dihargai dibandingkan ketepatan, dan viralitas kerap mengalahkan verifikasi.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info