"Penentuan angka growth tentunya harus berbasis realitas. Di Kuartal I tahun ini saja angkanya 6,02 persen," katanya.
Kedua, lanjut Chatib, terkait dengan perkiraan melambatnya Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB/investasi) di 2013. Ditambah lagi fakta bahwa ekspor tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Chatib menilai, kondisi ekspor yang terjadi saat ini tidak bisa diandalkan.
Dari dua alasan tersebut, kata Chatib, penurunan pertumbuhan ekonomi harus disesuaikan. Apabila target pertumbuhan ekonomi ditetapkan tidak kredibel dengan situasi perekonomian yang terjadi, kekhawatirannya pasar akan merespon bahwa pemerintah tidak berpandangan pada realita.
"Penting bagi kami angka ini kredibel. Jika kami datang dengan target pertumbuhan yang tidak realistis, maka bisa menimbulkan persepsi di pasar bahwa kami tidak hands on dengan persoalan yang ada," pungkasnya.
















