Fakultas Hukum Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya mengukuhkan dua guru besar baru dalam bidang ilmu yang berbeda. Setidaknya menjadi sebuah momen bersejarah yang tidak hanya menjadi ajang apresiasi atas pencapaian akademik, tetapi juga penegasan komitmen universitas dalam membangun budaya berpikir kritis dan inovatif.
Dalam acara pengukuhan tersebut, Prof. Dr. Natalia Yeti di bidang Hukum Penanggulangan Bencana Internasional dan Prof Selvie Sinaga di bidang Hukum Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Internasional. Rektor Unika Atma Jaya, Prof. Yuda Turana, menyampaikan pengukuhan ini merupakan pengakuan atas dedikasi dan kontribusi nyata para akademisi.
“Selain rasa syukur dan kebahagiaan kita semua, pengukuhan ini bukan hanya sekadar acara formal, tetapi merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi, komitmen, dan kontribusi dalam pengabdian akademik,” ujarnya dalam pengukuhan yang digelar di Ballroom Yustinus Lt. 15 Kampus Semanggi Jakarta, Kamis (24/4/2025).
Baca juga:
- 3 Profesor FH UI Ini Tunggu Pengukuhan Sebagai Guru Besar
- Dikukuhkan Jadi Guru Besar FH UI, Eva Achjani Usung Pengembangan Restorative Justice
Ia menegaskan guru besar bukan hanya pengajar, tetapi juga pemimpin dalam pemikiran dan pembinaan generasi masa depan. Dia berharap pengukuhan guru besar dapat menularkan budaya akademik yang kuat, berpikir kritis, dan inovatif.
“Demi menjawab permasalahan komunitas dan bangsa,” imbuhnya.
Sementara itu, guru besar pertama yang dikukuhkan yakni Prof Natalia Yeti Puspita. Dalam orasi ilmiahnya, ia mengangkat tema yang sangat relevan dengan tantangan global saat ini, yaitu “Sustainable Climate Resilience: Pendekatan Holistik Integratif Hukum Internasional dalam Penanggulangan Bencana”.
Orasi ilmiah ini berfokus pada pentingnya ketahanan iklim berkelanjutan sebagai salah satu solusi dalam menghadapi bencana yang disebabkan oleh perubahan iklim. Prof Natalia menjelaskan perubahan iklim bukan hanya sekadar isu lingkungan, melainkan isu global yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia.
















