Foster Legal: Tumbuh Cepat Dimulai dengan Akar yang Kuat
Hukumonline's Top 100 Indonesian Law Firms & Practice Leaders 2026

Foster Legal: Tumbuh Cepat Dimulai dengan Akar yang Kuat

35 pengacara, satu foreign counsel, dua foreign desk, lima practice group, dan klien korporasi dan investor besar dari 12 negara hanya dalam 10 bulan pertama.

Tim Publikasi Hukumonline
Bacaan 4 Menit

 

Merekrut Talenta Terbaik Jadi Tantangan 

Sedari awal kantor berdiri, Foster Legal menyadari bahwa merekrut talenta berkualitas bukan hal yang mudah. Pasalnya, di industri hukum, reputasi kantor adalah magnet rekrutmen yang harus dibentuk dalam waktu yang lama. Prosesnya tidak instan. Mereka harus membangun kredibilitas secara konsisten, transaksi demi transaksi, klien demi klien, sampai nama kantor cukup dikenal untuk menarik perhatian pengacara-pengacara berbakat yang ingin bergabung.

 

Begitu talenta jempolan bergabung, para partners punya tugas untuk memberikan arahan dan transfer pengetahuan dengan cara yang tidak konvensional. Mereka hadir dan memberi contoh langsung. Dari proses pemberian advis, pengelolaan transaksi, sampai penyusunan opini hukum, semuanya bisa disaksikan dari awal hingga akhir. Para lawyers digembleng untuk melakukan riset mendalam dan membandingkannya, misalnya benchmarking dengan aturan di negara asal klien seperti Tiongkok, Jepang, Korea, sampai Amerika Serikat.

 

"We set the bar high to inspire, motivate and encourage dengan contoh kualitas nyata. Mereka bisa belajar mengikuti bukan dengan teguran, teori dan motivasi kosong, tetapi dengan hasil kerja nyata. Selain itu kami juga mengajari mereka tentang entrepreneurship dan financial discipline untuk kantor bertahan dalam jangka panjang,” tambah Chandra.

 

Foster Legal juga tidak pelit apresiasi. Sejalan dengan keberhasilan mereka yang konsisten menjaring korporasi dan investor multinasional besar sebagai klien loyal, mereka menyediakan insentif signifikan, bonus besar, hingga fasilitas untuk menghargai performa para lawyers. Prinsipnya, performa yang baik secara konsisten dapat terjaga dengan apresiasi yang tidak hanya adil, tetapi juga sepadan.

 

"Para partners berkomitmen untuk menerapkan the culture of compassion, generosity and empathy. Artinya kami memang suka berinvestasi dalam para talenta lawyers Foster, dan total dalam mengapresiasi pengacara kami. Client happy, talenthappy, we are happy, triple win," jelas Chandra.

 

Untuk para female lawyers, kebijakan di Foster Legal tidak sekadar ramah gender. Mereka punya komitmen yang lebih besar, yaitu menciptakan lingkungan kerja yang benar-benar nyaman, aman, respectful, dan suportif. Bagaimanapun, banyak dari lawyer perempuan yang juga mengemban peran penting di rumah, baik sebagai istri atau ibu. Seluruh peran ini harus berjalan bersamaan. Tidak boleh terbengkalai karena harus ‘dipilih’ salah satu. 

 

Target 70-80 Persen Klien Asing 

Target Foster untuk tiga hingga lima tahun ke depan amat jelas: menjadi rujukan utama (the go-to law firm) bagi perusahaan multinasional dan investor top dunia yang masuk ke Indonesia, dengan target 70-80% portofolio diisi klien asing. Tentu bukan sembarang asing, melainkan harus masuk kategori terbesar di negaranya masing-masing.  Fondasi ke sana, sebenarnya sudah mulai terbentuk dalam 10 bulan pertama, dan tentunya dari hasil nyata dari belasan tahun hubungan pertemanan dan profesional yang kuat dan terjaga di antara para partners dengan perusahaan dan investor tersebut.  

Halaman Selanjutnya:
Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info