Untuk kesembilan kalinya, Top 100 Indonesian Law Firms 2026 sukses digelar di Raffles Jakarta, Jumat (19/6/2026). Ajang ini bukan sekadar wadah apresiasi bagi kantor hukum yang menunjukkan kinerja unggul, melainkan juga sebagai instrumen guna mendorong peningkatan standar profesionalisme di industri jasa hukum nasional.
Melalui pemeringkatan ini, kantor hukum didorong untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat kredibilitas dan akuntabilitas praktik hukum guna mendukung perkembangan ekosistem hukum di Indonesia. Tahun ini, sebanyak 246 kantor hukum berpartisipasi sebagai responden, jumlah tertinggi sejak Top 100 Indonesian Law Firms pertama kali digelar pada 2018.
Dari jumlah tersebut, 190 kantor hukum (77 persen) mengidentifikasi diri sebagai firma hukum full service. Sementara itu, 14 persen responden merupakan kantor hukum yang berfokus pada layanan non-litigasi atau korporasi. Sedangkan 23 kantor hukum (9 persen) dari total responden secara khusus menitikberatkan praktik litigasi.
Dalam proses pemeringkatan, Hukumonline menggunakan data primer yang diperoleh langsung dari kantor hukum responden, termasuk jumlah fee earners dan informasi kelembagaan. Seluruh data kemudian melalui proses validasi dan verifikasi untuk memastikan akurasi serta mencerminkan kondisi aktual masing-masing kantor hukum.
Baca juga:
- Jawara! MKK Pertahankan Predikat Firma Hukum dengan Partner Perempuan Terbanyak
- Law Firm Asal Tangerang Ini Menangkan Kategori Best Regional Law Firm 2026
- Ajang Bergengsi Firma Hukum: Top 100 Indonesian Law Firms 2026 Dibuka, Segera Daftar!
Mau tahu pemenang Top 100 Law Firms 2026, silakan klik di sini atau gambar di bawah ini!
Selain menggunakan data kuantitatif, proses penilaian juga melibatkan aspek kualitatif. Karena itu, Hukumonline menggandeng Dewan Juri untuk memberikan penilaian terhadap kategori-kategori tertentu yang membutuhkan evaluasi lebih mendalam.
Para dewan juri tersebut datang dari berbagai latar belakang berbeda. Seperti Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Prof Yetty Komalasari, Guru Besar bidang Pemasaran Universitas Prasetiya Mulya, Prof Agus W. Soehadi, Ketua Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera periode 2024-2029, Aria Suyudi, serta akademisi yang juga Professor of Law Firm Management, lawyer, dan konsultan firma hukum, Dario Ramon Buschor.

















