Gaza Contact Group Dukung Penuh Penyelesaian Konflik Israel-Palestina Melalui Solusi Dua Negara
Terbaru

Gaza Contact Group Dukung Penuh Penyelesaian Konflik Israel-Palestina Melalui Solusi Dua Negara

Solusi dua negara menjadi satu-satunya jalan menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Palestina.

CR 34
Bacaan 3 Menit
Menteri Luar Negeri RI Sugiono didampingi Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan (kanan), saat menjelaskan pernyataannya dalam konferensi pers pertemuan Gaza Contact Group, Jumat (11/4). Foto: Tangkapan layar YouTube/CR 34.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono didampingi Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan (kanan), saat menjelaskan pernyataannya dalam konferensi pers pertemuan Gaza Contact Group, Jumat (11/4). Foto: Tangkapan layar YouTube/CR 34.

Para pemimpin dan menteri luar negeri dari berbagai negara berkumpul dalam pertemuan Gaza Contact Group di Antalya, Turki. Pertemuan ini mendiskusikan krisis kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza dan menegaskan dukungan mereka terhadap solusi dua negara (Two-State Solution) sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan di kawasan Gaza dan sekitarnya.

Pertemuan yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari negara-negara Muslim. Termasuk Palestina, Arab Saudi, Qatar, Bahrain, Indonesia, Uni Emirat Arab, perwakilan dari Uni Eropa, Organisasi Kerjasama Islam (OKI), dan Liga Arab.

“Hari ini, atas bagian dari solusi dua negara, kami telah mengadakan pertemuan Gaza Contact Group dan melanjutkan dialog dalam format yang lebih luas dengan negara-negara lain,” kata Fidan membuka konferensi pers yang dipantau melalui Youtube, Jumat (11/4).

Baca juga:

Fidan menegaskan bahwa pembahasan dalam pertemuan tersebut fokus pada situasi kemanusiaan di Gaza, serta eskalasi agresi yang dilakukan oleh Israel. Dia pun menolak segala jenis rencana yang memaksa rakyat Palestina meninggalkan tanah air mereka.

“Kami juga mendukung pembentukan negara Palestina yang merdeka berdasarkan perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya,” tegas Fidan.

Mantan Kepala Organisasi Intelijen Nasional Turki ini juga menyerukan penghentian segera terhadap aksi militer di Gaza. Gencatan senjata yang diperlukan dalam konflik Israel-Palestina ini harus dilakukan tanpa interupsi apapun, dan Qatar, Mesir, bersama Amerika Serikat (AS) telah memimpin upaya tersebut.

Halaman Selanjutnya:
Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info