Di tengah derasnya arus informasi di era digital, menanamkan nilai integritas menjadi hal penting bagi pendidikan hukum di Indonesia. Pandangan itu disampaikan Chief Content Officer Hukumonline Robert Sidauruk saat Pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) STIH IBLAM, Rabu (3/9/2025).
Dalam kesempatan ini, ia menyampaikan karakteristik fundamental yang wajib dimiliki oleh mahasiswa hukum, khususnya dalam menghadapi dinamika industri di era digital. Menurutnya, karakteristik ini merupakan fondasi yang tidak akan pernah berubah, terlepas dari perkembangan zaman dan teknologi.
Ia menempatkan integritas sebagai karakteristik paling utama. Ia mengibaratkan integritas sebagai "barang paling mewah" di dunia hukum. Survei menunjukkan, 92,3 persen pemilik firma hukum menganggap integritas sebagai nilai paling penting yang harus dimiliki seorang advokat.
“Integritas itu seperti tisu tipis yang memisahkan antara menggunakan hukum sebagai alat mencari kebenaran dan keadilan, atau justru memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi," ujar Robert.

Suasana acara Pembukaan PKKMB STIH IBLAM, Rabu (3/9/2025).
Di era arus opini begitu deras, terutama di media sosial, kemampuan berpikir kritis sangatlah vital. Robert menjelaskan, berpikir kritis adalah kemampuan untuk mengambil jarak dari suatu objek atau topik, mencari kebenaran, dan memiliki pendirian berdasarkan dasar yang kuat, bukan hanya ikut-ikutan.
Mahasiswa hukum juga perlu mempunyai empati, yang dimaknai sebagai kemampuan untuk merasakan ketidakadilan yang dialami oleh orang lain. Saat memutus perkara, seorang praktisi hukum harus memikirkan dampak dari putusannya, tidak hanya pada terdakwa, tetapi juga pada orang-orang di sekitarnya. Empati, menurutnya, membantu menciptakan keadilan yang lebih manusiawi.
"Hukum tanpa empati hanya akan menciptakan orang pintar tanpa hati," tegasnya.
Adapun industri hukum bukanlah tempat untuk orang yang rapuh. Robert menyebut resiliensi atau ketahanan dan curiosity sangat diperlukan karena akan ada banyak situasi konfrontasi. Di sisi lain, rasa ingin tahu adalah kunci untuk terus belajar dan berkembang.
















