
Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Ilmu Hukum dan Manajemen (LPIHM) IBLAM Rahmat Dwi Putranto saat menjadi pembicara dalam acara Pembukaan PKKMB STIH IBLAM, Rabu (3/9/2025).
Ia menerangkan, di era digital, eksistensi memang penting untuk membangun pengaruh dan dampak. Namun, eksistensi tanpa substansi akan membuat karier tidak stabil. Ia menyarankan agar mahasiswa tidak hanya fokus pada popularitas, tetapi juga pada pengembangan portofolio yang kuat.
"Eksistensi harus dikejar, tapi substansi jangan kosong. Karena substansi yang akan menjaga kestabilan karier kalian," pesannya.
Pentingnya substansi juga berkaitan dengan nilai sejati seorang individu. Rahmat mengingatkan nilai itu tidak terletak pada transkrip dari kampus, melainkan pada pemahaman mendalam yang dimiliki.
"Jangan kejar sesuatu hal yang sia-sia selama empat tahun Anda berkuliah. Tapi, kejarlah pemahaman dan ilmunya," ujarnya.
Dalam konteks pembelajaran, IBLAM menjadi salah satu kampus hukum yang memperbolehkan penggunaan kecerdasan buatan (AI). Namun, Rahmat menegaskan AI hanya berfungsi untuk mempercepat mendapatkan informasi.
"AI hanya membantu Anda mempercepat mendapatkan informasi. Dari yang Anda tidak tahu menjadi tahu. Tapi tahu belum tentu paham. Paham belum tentu menjiwai," terangnya.
















