Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia (DePA-RI) resmi menjalin kemitraan dengan The Law Society of Singapore (LSS) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Jumat (15/8/2025) di kantor LSS, Maxwell, Singapura.
MoU tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum DePA-RI, TM Luthfi Yazid, dan Presiden LSS, Lisa Sam Hui Min. Dalam sambutannya, Lisa menyampaikan rasa bangganya dapat bekerja sama dengan organisasi advokat dari Indonesia.
“Kami merasa terhormat dapat menjalin kemitraan dengan DePA-RI. Semoga kerjasama ini dapat terus berlanjut kedepannya,” ujar Lisa, yang merupakan alumni University of Kent, Inggris, sekaligus perempuan ketiga yang menjabat presiden LSS.
Baca juga:
- Ketum DePA-RI Luthfi Yazid Beri Pidato Kehormatan di Konferensi Hukum Internasional Beijing
- DePA-RI dan FH ULM Gelar PKPA, Mencetak Advokat Berdaya Saing Global
Bagi TM Luthfi Yazid, kolaborasi ini bukan sekadar hubungan kelembagaan, melainkan juga melanjutkan persahabatan panjang dengan komunitas hukum di Singapura. Ia mengenang pertemanannya dengan Malathi.
Luthfi teringat pernah meminta saran dari Malathi yang tercatat mantan Wakil Presiden LSS sekaligus Presiden pertama LAWASIA, saat menangani kasus pembunuhan TKW asal Jawa Timur, Sundarti, pada tahun 2004 silam.
“Awalnya Sundarti terancam hukuman mati, tetapi berkat berbagai upaya, termasuk masukan Malathi melalui jalur diplomatik, hukuman itu diubah menjadi seumur hidup. Malathi memberikan saran-sarannya yang sangat bermanfaat termasuk upaya melalui jalur diplomatik,” tutur Luthfi.
















