Memahami Zakat Profesi
Edsus Lebaran 2019

Memahami Zakat Profesi

Menurut Fatwa MUI, zakat penghasilan (profesi) yang wajib dizakati adalah penghasilan bersih (netto) jika sudah mencapai nishab senilai (minimal) harga emas 85 gram dalam satu tahun (haul) dan kadar zakat penghasilan yang dikeluarkan sebesar 2,5 persen.

Agus Sahbani
Bacaan 8 Menit

Keempat, harta yang dimiliki melebihi jumlah kebutuhan pokok. Kelima, hartanya terbebas dari hutang. Keenam, harta yang dimiliki genap selama setahun (haul). Syarat haul itu berlaku bagi zakat peternakan; emas/perak atau uang simpanan; barang yang diperdagangkan (perniagaan). Sedangkan, zakat pertanian, buah-buahan, rikaz (barang temuan/harta karun/hasil tambang), dan sejenisnya tidak disyaratkan harus satu tahun, tetapi saat memetik hasil, panen, ditemukan.          

Menurut Prof Mohammad Daud Ali dalam bukunya, Sistem Ekonomi Islam: Zakat dan Wakaf (Penerbit UI Press: Jakarta, 1988), ada beberapa jenis zakat mal, seperti zakat emas/perak/uang simpanan, zakat pertanian, zakat perniagaan/perdagangan, zakat peternakan, rikaz. Masing-masing jenis zakat mal tersebut memiliki nishab, waktu ditunaikan, kadar zakat yang berbeda-beda.

Dia mengutip QS At-Taubah (9): 35 jo Hadits Shahih Riwayat Abu Dawud, al-Baihaqi dari Ali bin Abi Thalib, dalam zakat emas/perak, harta yang wajib dizakati dimiliki selama setahun penuh (haul) dengan nishab emas sebesar 20 dinar (setara 85 gram emas murni); nishab perak sebesar sebesar 200 dirham (setara 595 gram perak) dan kadar zakat yang harus dikeluarkan keduanya sebesar 0,5 dinar dan 5 dirham (2,5 persen). Jika zakat berbentuk uang simpanan nishab-nya disetarakan dengan harga 85 gram emas dengan kadar zakatnya 2,5 persen.

Untuk zakat perdagangan, dalam QS Al-Baqarah (2): 267 jo Hadits Nabi yang berasal dari Samurah disebutkan dalam zakat perdagangan ditunaikan setelah tutup buku dalam setahun, semua uang dan barang dagangan yang ada dihitung nilainya. Dari total jumlah itu, dikeluarkan kadar zakatnya sebesar 2,5 persen jika memang nishab-nya telah mencapai harga 85 gram emas saat itu.              

Untuk zakat peternakan, bersumber dari Hadits Shahih yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari dan At-Tirmidji-Abu Dawud dari Anas bin Malik dan Muadz bin Djabal, zakat peternakan yang wajib dikeluarkan adalah hewan ternak yang dipelihara selama setahun, seperti kambing/biri-biri, sapi, kerbau. Nishab memelihara kambing sebanyak 40-120 ekor, zakat yang dikeluarkan 1 ekor kambing; sebanyak 121-200 ekor, zakatnya 2 ekor kambing. Sedangkan nishab memelihara sapi/kerbau/kuda sebanyak 30-59 ekor, maka zakat yang dikeluarkan 1 ekor sapi/kerbau/kuda.

Beragam jenis zakat mal tersebut kemudian diatur Pasal 4 ayat (2) UU Pengelolaan Zakat. Zakat mal terdiri dari:

  1. emas, perak, dan logam mulia lainnya;
  2. uang dan surat berharga lainnya;
  3. perniagaan;
  4. pertanian, perkebunan, dan kehutanan;
  5. peternakan dan perikanan;
  6. pertambangan;
  7. perindustrian;
  8. pendapatan dan jasa; dan
  9. rikaz.
Halaman Selanjutnya:
Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info