Terbaru

Pasal Pemerasan dan Perbedaannya dengan Pengancaman

Pemerasan dapat terjadi pada siapa saja. Umumnya, tindak pidana ini disertai dengan sejumlah ancaman kekerasan. Berikut sanksi hukum pelaku pemerasan dan pengancaman!

Oleh:
Tim Hukumonline
Bacaan 4 Menit
Ilustrasi pasal pemerasan. Sumber: pexels.com
Ilustrasi pasal pemerasan. Sumber: pexels.com

Tindak pidana atau pasal pengancaman bukan hal yang asing di telinga. Pasalnya, siapa saja dapat menjadi korban. Pelakunya pun bisa jadi orang-orang terdekat. Mari kenali tindak pidana ini lebih jauh beserta sanksi hukumnya dan bedanya dari tindak pidana pengancaman.

Pemerasan dan Pengancaman

Pemerasan diartikan KBBI sebagai tindakan mengambil sebanyak-banyaknya dari orang lain atau meminta uang dan sebagainya dengan ancaman. Pasal pemerasan kerap kali disamakan dengan pengancaman. Namun, meski keduanya terlihat serupa, pasal pemerasan dan pengancaman ini berbeda.

Sebelum membahas perbedaan, mari kenali dulu persamaannya. Lilik Mulyadi (dalam Noveti, 2016:19) menerangkan bahwa pemerasan dan pengancaman memiliki persamaan sebagai berikut.

  1. Perbuatan materiilnya berupa tindakan memaksa.
  2. Perbuatan memaksa ditujukan pada orang tertentu.
  3. Tujuannya agar orang lain memberikan benda, utang, atau menghapus piutang.
  4. Unsur kesalahannya menguntungkan diri atau orang lain dengan tindakan melawan hukum.

Kemudian, perbedaannya ada pada cara dan pidananya.

  • Pada pemerasan, caranya menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan. Lalu, pada pengancaman, caranya menggunakan ancaman pencemaran nama baik dan akan membuka rahasia.
  • Pasal pemerasan diancam pidana maksimum sembilan bulan dan ada kemungkinan diperberat. Namun, pada pengancaman, pidana penjaranya maksimum empat tahun dan tidak memungkinkan untuk diperberat.

Pasal Pemerasan dalam KUHP

Dalam KUHP, perihal atau pasal pemerasan ini dikategorikan sebagai tindak pidana. Lebih lanjut, Pasal 368 KUHP menerangkan bahwa barang siapa dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seseorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan suatu barang, yang seluruh atau sebagiannya adalah milik orang itu atau orang lain, atau supaya membuat utang maupun menghapuskan piutang, diancam karena pemerasan, dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan.

Unsur Objektif dan Subjektif Pemerasan

Terkait pasal pemerasan dalam KUHP, diterangkan Mohammad Kenny Alweni dalamLex Crimen Vol. VII, ada sejumlah rumusan ketentuan dari pemerasan. Ketentuan ini terbagi atas unsur objektif dan unsur subjektif.

Halaman Selanjutnya:
Tags:

Berita Terkait