Setahun Kepergian Ibrahim Sjarief Assegaf: Tentang Persahabatan, Kehidupan, dan Warisan Nilai
Utama

Setahun Kepergian Ibrahim Sjarief Assegaf: Tentang Persahabatan, Kehidupan, dan Warisan Nilai

Keluarga dan sahabat kenang kedekatan serta nilai-nilai yang ditinggalkan almarhum Ibrahim Sjarief Assegaf.

Willa Wahyuni
Bacaan 4 Menit
Putra Ibrahim, Izzat Assegaf dan istri Ibrahim, Najwa Shihab saat memberi sambutan dalam acara setahun berlalu sejak kepergian co-founder Hukumonline, Ibrahim Sjarief Assegaf Rahimahullah, Selasa (27/5/2026). Fotografe/HFW
Putra Ibrahim, Izzat Assegaf dan istri Ibrahim, Najwa Shihab saat memberi sambutan dalam acara setahun berlalu sejak kepergian co-founder Hukumonline, Ibrahim Sjarief Assegaf Rahimahullah, Selasa (27/5/2026). Fotografe/HFW

Setahun berlalu sejak kepergian co-founder Hukumonline, Ibrahim Sjarief Assegaf Rahimahullah. Meski waktu terus berjalan, kenangan tentang dirinya tetap hidup di hati keluarga, sahabat, dan orang-orang terdekat. Dalam suasana hangat dan penuh haru, mereka berkumpul mengenang sosok yang tak hanya dikenal sebagai praktisi hukum terkemuka, tetapi juga pribadi yang sederhana, hangat, dan penuh perhatian terhadap orang-orang di sekitarnya.

Malam itu, lantunan ayat suci dan doa-doa mengalir pelan mengisi ruangan. Pengajian Yasin dan tahlil yang digelar bukan sekadar seremoni mengenang satu tahun kepergian Ibrahim Sjarief Assegaf Rahimahullah, melainkan juga ruang untuk merawat ingatan tentang nilai-nilai kehidupan yang ia tinggalkan.

Di antara doa yang dipanjatkan, cerita-cerita tentang Ibrahim kembali hidup tentang dirinya sebagai ayah yang penuh kasih, sahabat yang setia mendengar, dan sosok yang selalu hadir dengan ketulusan.

Dalam suasana penuh kekeluargaan itu, putra Ibrahim, Izzat Assegaf, mengenang sosok sang ayah bukan hanya sebagai orang tua, tapi juga sahabat yang menemani kesehariannya. Kedekatan ayah dan anak semakin terasa dalam beberapa tahun terakhir. Terutama sejak ia mulai bekerja dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama sang ayah.

“Setelah saya lulus dari universitas sekitar dua tahun lalu, dia sebenarnya menjadi teman terbaik saya. Saya bisa berbicara tentang apa saja dengannya, tekanan di kantor, hubungan, ketakutan, harapan, dan mimpi,” ujar Izzat, Rabu (27/6/2026).

Baca juga:

 Hukumonline.com

Susana kolega dan para sahabat menghadiri acara setahun kepergian Ibrahim Assegaf. Fotografer / HFW

Perjalanan menuju kantor, obrolan sederhana di mobil, hingga menjalani hobi bersama menjadi kenangan yang paling membekas baginya. Izzat mengenang Ibrahim sebagai sosok yang tenang, rasional, dan selalu mendengarkan sebelum memberikan nasihat.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info