Direktur Program Palestina/Israel di Arab Center Washington DC, Yousef Munayyer mengatakan bahwa Huckabee hanya menyampaikan secara terbuka mengenai apa yang telah menjadi praktik kebijakan luar negeri AS selama bertahun-tahun. Huckabee juga disebut sebagai pejabat tanpa malu mengatakan secara terbuka bahwa tujuannya adalah menghapus rakyat Palestina.
“Apapun janji-janji yang pernah dibuat soal negara Palestina. Kebijakan AS tak pernah sejalan dan justru terus melemahkan janji-janji itu,” imbuhnya.
Setelah pernyataan Huckabee mencuat ke publik, Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi terhadap organisasi hak asasi manusia (HAM) Palestina Al Dameer serta lima lembaga amal di Timur Tengah dan Eropa. Organisasi-organisasi tersebut dituduh memiliki keterkaitan dengan kelompok militan Palestina, Popular Front for the Liberation of Palestine (PFLP).
Padahal, Al Dameer dikenal luas karena menyediakan bantuan hukum bagi warga Palestina yang ditahan oleh Israel, dan telah mendapatkan dukungan dari sejumlah lembaga HAM internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga sebelumnya telah mengecam penggerebekan Israel terhadap kantor organisasi tersebut dengan menyatakan bahwa tidak ada bukti kredibel yang pernah diberikan. Bahkan, laporan rahasia dari Central Intelligence Agency (CIA) menyimpulkan, tidak ada bukti yang cukup untuk mendukung klaim Israel bahwa organisasi tersebut terafiliasi dengan terorisme.
















