Menurut Prof Faisal, kegiatan kemanusiaan ini juga merupakan implementasi dari Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini sebagai upaya bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi kampus Unggul Universitas Borobudur terjun langsung membantu melakukan pemulihan kepada masyarakat di Aceh Tamiang yang terkena musibah bencana banjir bandang beberapa waktu lalu,” ujarnya.
Selain Aceh Tamiang, Universitas Borobudur juga menyalurkan bantuan bencana ke wilayah lain. Di Kabupaten Pidie, bantuan disalurkan melalui alumni, yakni Srinita, kepada masyarakat sekitar. Sementara itu, bantuan juga diberikan ke Sumatera Barat melalui dosen Universitas Borobudur, Asep, yang bekerja sama dengan LLDikti Wilayah III.
Khusus di Aceh Tamiang, kegiatan kemanusiaan ini turut melibatkan mahasiswa dan alumni Program Doktor Ilmu Hukum yang berdomisili di Medan dan Aceh. Sejumlah alumni dan mahasiswa ikut berkontribusi langsung dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Rektor Universitas Borobudur, Prof Bambang Bernanthos menambahkan, Universitas Borobudur tidak hanya berkomitmen menjaga kualitas akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Universitas Borobudur selain menjaga kualitas akademik, juga memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat,” pungkasnya.
















