Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Otto Hasibuan, menegaskan Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) masih menunggu masukan yang lebih konkret dari publik terkait upaya percepatan reformasi Polri.
Otto mengungkapkan berbagai permasalahan mengenai reformasi Polri telah disampaikan masyarakat secara lengkap dan terbuka melalui sejumlah forum audiensi. Namun hingga kini, pihaknya masih menunggu masukan yang lebih bersifat operasional.
“Kami masih mengharapkan sekali masukan itu berupa solusi yang konkret. Kalau permasalahan sudah cukup banyak,” ujar Otto, yang juga merupakan anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, dalam keterangannya, Sabtu (6/8), seperti dikutip Antara.
Baca Juga:
- DPR Bentuk Panja Reformasi Polri Hingga Kejaksaan
- Tak Sekadar Formalitas, Tim Percepatan Reformasi Polri Diharapkan Berikan Perubahan
Dia menyampaikan proses audiensi sejauh ini berjalan baik dan melibatkan banyak unsur masyarakat. Ia pun berharap seluruh masukan dapat dirumuskan secara solid oleh para anggota Komisi dalam penyusunan rekomendasi tahap kedua.
Otto menuturkan Komisi bekerja sesuai mandat Presiden Prabowo Subianto untuk menghasilkan langkah reformasi yang terukur, realistis, dan berdampak langsung.
Sementara itu, Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menjelaskan Komisi hanya diberi waktu 3 bulan untuk menyampaikan rekomendasi final.
















