Sekolah Tinggi Hukum Indonesia (STHI) Jentera menggelar acara penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2025-2026. Bersamaan dengan itu, kampus yang para pengajarnya merupakan para praktisi, akademisi dan para pembaru hukum ini juga melaksanakan wisuda bagi mereka yang berhasil menempuh pendidikan.
"Kepada 13 sarjana hukum baru, saya ucapkan selamat atas keberhasilan Anda menempuh pendidikan di Jentera. Selamat berjuang dan selamat memberikan yang terbaik bagi masyarakat di mana pun Anda berada, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai integritas Jentera, serta jangan lupa untuk berkontribusi kembali ke Jentera pada waktunya," kata Ketua STHI Jentera, Aria Suyudi, Selasa (9/9).
Baca Juga:
- Berdiri Sejak 2011, Mayoritas Lulusan STHI Jentera Mengabdi di Berbagai Bidang
- Kampusnya Penggerak Pembaruan Hukum, Begini Kurikulum STHI Jentera
- Wisudawan IPK Tertinggi STHI Jentera Direkrut Firma Hukum Terbesar Indonesia
STHI Jentera memberi penghargaan kepada para wisudawan terbaik yang dibagi menjadi tiga kategori. Pertama, dengan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi. Kedua, penulisan skripsi terbaik. Ketiga, mahasiswa berprestasi yang membawa nama kampus di ajang nasional hingga internasional.
IPK Tertinggi
Wisudawan dengan Indeks Prestasi Kumulatif Tertinggi jatuh kepada Sanditya Ibnu Hapinra dengan Indeks Prestasi Kumulatif 3,93. Tak sekadar IPK tertinggi, selama menjalani pendidikan di STHI Jentera, Ibnu berhasil meraih berbagai penghargaan.
Misalnya penerima Beasiswa Jentera dan Bengkel Hukum Future Jurist Scholarship 2021; Juara III Nasional dalam Hukumonline Legal Opinion Competition 2023 Juara I Nasional dalam Lomba Video Dokumenter Klinik Etik & Advokasi Komisi Yudisial 2022 dan 10 besar nasional Hukumonline Law Debat Competition 2024 serta Constitutional Moot Court Competition (CMCC) 2023.
Selain itu, Ibnu memiliki pengalaman bekerja di berbagai lembaga ternama seperti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) Indonesia, Armand Yapsunto Muharamsyah & Partners (AYMP) Atelier of Law, Australia Indonesia Partnership for Justice 2 (AIPJ2), Perkumpulan untuk Demokrasi (PERLUDEM), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (PUSKAPOL UI), Dalimunthe & Tampubolon (DNT) Lawyers, dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
















