Senin, 30 June 2014

Kartini Muljadi: Menegakkan Hukum Melalui Tiga Profesi


Notaris Cerdas

Kiprah Kartini Muljadi di dunia hukum mendapat pengakuan dari rekan-rekan sesama praktisi hukum. Advokat Senior Frans Hendra Winarta berpendapat kiprah Kartini lebih menonjol sebagai notaris karena pengetahuannya mengenai hukum perdata sangat luas. Frans menilai Kartini adalah salah satu notaris yang cerdas sehingga sukses dalam bidang kenotarisan.


“Kiprahnya (Kartini,red) sebagai pengusaha dilakukan saat dirinya menjadi notaris, setelah bertahun-tahun, kemudian baru dia membeli PT. Tempo Scan,” ujarnya.  


Menurut Frans, Kartini telah memberikan banyak kontribusi dalam hukum perdata, diantaranya dengan banyak terlibat dalam penyusunan undang-undang seperti UU Perseroan Terbatas, UU Kepailitan, dan beberapa undang-undang di bidang hukum perdata dan hukum perusahaan.


Meski cukup dikenal di kalangan hukum, menurut Frans, firma Kartini Muljadi dan Rekan tidak sementereng firma-firma besar lainnya. Hal ini, lanjutnya, karena Kartini cenderung introvert dan tidak banyak mengkritik atau memberi tanggapan di ruang publik.


“Dia lebih pada keprofesiannya terkait keperdataan, dia canggih dalam hukum perdata serta memberikan kontribusi dalam undang-undang,” kata Frans yang mengaku telah mengenal sosok Kartini selama 10 tahun.


Sementara itu, Isyana W Sadjarwomenilai Kartini adalah wanita hebat yang berhasil menjadi pengusaha dan memiliki karier yang bagus sebagai notaris dan advokat. “Dia seorang wanita yang berprofesi hukum yang sangat tough (kuat,red) karena beliau ini yang saya dengar berawal dari pengusaha yang biasa-biasa-biasa,” ucap Isyana yang juga dikenal sebagai notaris senior.


Isyana mengenal Kartini karena beberapa kali bekerjasama dengan firma Kartini Muljadi dan Rekan. Dari kerjasama tersebut Isyana mengetahui bahwa Kartini banyak dipercaya oleh perusahaan asing.


“Saya melihat beliau hebat karena bisa go international, itu menginspirasi saya,” pungkasnya.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua