Kamis, 15 Agustus 2019

Status JC Terdakwa Korupsi Ini Ditolak Jaksa, Tapi Diterima Hakim

Hakim menganggap pemberian uang oleh Kurniawan karena desakan Alexander selaku perantara
Aji Prasetyo
Chief Operating Officer Grup Tjokro Kurniawan Eddy Tjokro saat menyerahkan diri ke KPK. Foto: RES

Presiden Direktur PT Grand Kartech Kenneth Sutardja dan Direktur Utama PT Tjokro Bersaudara Kurniawan Eddy Tjokro divonis bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Keduanya, terbukti memberi suap Direktur Produksi dan Teknologi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Wisnu Kuncoro dengan nilai dan maksud yang berbeda. 



Kenneth misalnya terbukti menyuap Wisnu sebesar Rp101,54 juta dalam bentuk AS$4.000 atau setara Rp56,54 juta dan sebesar Rp45 juta. Tujuannya  agar memberikan persetujuan pengadaan 2 unit boiler berkapasitas 35 ton dengan proyek senilai Rp24 miliar di PT Krakatau Steel. 

 

Untuk memperoleh keinginannya, Kenneth beberapa kali bersama dengan Karunia Alaxander Muskita bertemu dengan Wisnu Kuncoro sejak Wisnu menjabat sebagai Direktur Utama PT Krakatau Daya Listrik (KDL) 2009-2014 dan sebagai Direktur Utama PT Krakatau Engineering (KE) 2015-2017 membicarakan proyek dan pengembangan pekerjaan atau pengadaan barang jasa yang dibutuhkan PT Krakatau Steel.

 

Selain itu, ia selalu memberi uang kepada Karunia sebagai dana operasional yang digunakan oleh Karunia untuk memberikan fasilitas kepada pejabat berwenang di PT Krakatau Steel, salah satunya Wisnu Kuncoro. Tak hanya itu, Kenneth melalui perusahaannya juga pernah mengajak Karunia dan Wisnu berkunjung ke Taiwan. Singkat cerita, berbagai usaha dan pendekatan Kenneth berhasil dan ia mendapat proyek tersebut. 

 

"Mengadili, menyatakan Terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sesuai dakwaan kedua, menjatuhkan pidana oleh karenanya selama 1 tahun 9 bulan dan denda sebesar Rp100 juta jika tidak dibayar, maka diganti kurungan selama 3 bulan," kata Hakim Ketua Franky Tambuwun di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (15/8/2019). Baca Juga: Sidang Suap Petinggi Krakatau, Bos Tjokro: ‘Keluar Gocap Mah Gampang Gw Teken

 

Pertimbangan memberatkan perbuatan yang dilakukan Kenneth bertentangan dengan program pemerintah yang sedang giat memberantas tindak pidana korupsi, dan korupsi merupakan kejahatan luar biasa serta ia tidak merasa bersalah atas perbuatannya ini. Sementara meringankan, berlaku sopan dan belum pernah dihukum. 

 

JC Dikabulkan

Sementara Kurniawan memberi suap kepada Wisnu sebesar Rp55,5 juta agar menyetujui pengadaan pembuatan dan pemasangan 2 unit Spare Bucket Wheel Stacker/Reclaimer Primary Yard dan Harbors Stockyard yang keseluruhannya bernilai Rp13 miliar di PT Krakatau Steel.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua