Kamis, 22 Agustus 2019

9 Hal yang Perlu Dimiliki Penerjemah dalam Penerjemahan Dokumen Hukum

Firma hukum di kota-kota besar tak hanya diisi advokat, tetapi juga tenaga pendukung seperti penerjemah. Ada regulasi terbaru yang diterbitkan pemerintah.
Muhammad Yasin/Norman Edwin Elnizar

Good contract drafting is good writing”. Begitulah pesan Ari Bessendorf, seorang foreign legal consultant, saat sesi kelas bahasa Inggris yang diselenggarakan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), 14 Maret 2019. Dalam menyusun suatu kontrak untuk klien, para pengacara dari firma hukum perlu memahami benar kata, istilah, atau diksi yang layak dipergunakan dalam setiap klausula. Gunakanlah kata-kata yang spesifik, bahasa yang konkrit, dan bukan kata-kata yang tak jelas (unnecessary words).

 

Seorang penyusun kontrak harus mengungkapkan jelas apa yang dimaksudkan dalam kalimat kontrak. Klien meminta bantuan lawyer justru untuk memberikan nasihat dan analisis hukum yang jelas. “Don’t hide your opinion through wishy-washy language”, begitu tips yang diberikan Ari kepada puluhan pengacara yang hadir pada kelas bahasa Inggris Peradi itu.

 

Untuk dapat menyusun kontrak dalam bahasa Inggris, seperti disampaikan Ari, advokat Indonesia tak hanya perlu pintar memilih bahasa hukum yang baik, tetapi juga memahami bahasa yang dipakai dalam kontrak. Dengan kata lain, menguasai bahasa Inggris merupakan prasyarat untuk dapat menyusun kontrak berbahasa Inggris yang baik.

 

Keahlian linguistik seorang lawyer dalam menyusun kontrak internasional seperti disinggung Ari Bessendorf tak jauh beda dengan seorang penerjemah dokumen-dokumen hukum dan penerjemah perundang-undangan. Menurut Ketua Umum Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI), Hananto Sudharto, seorang penerjemah dokumen hukum harus memiliki 9 hal.

 

Baca juga:

 

Pertama, ya itu tadi, menguasai bahasa sumber dan bahasa sasaran dengan sangat baik (utamanya membaca dan menulis). Dalam lalu lintas hukum bisnis yang semakin berkembang, yang dibutuhkan saat ini bukan hanya penerjemah dokumen hukum berbahasa Inggris, tetapi juga Arab, China, Korea, dan Jepang. Penguasaan bahasa sumber tersebut jelas dibutuhkan.

 

Kedua, mampu menghasilkan terjemahan yang akurat, jelas dan wajar dengan menggunakan kosakata dan gaya bahasa formal dan legal yang sesuai untuk dokumen hukum yang sedang diterjemahkan. Dalam konteks ini, pemahaman tentang istilah-istilah hukum yang dipakai dan padanannya dalam bahasa Indonesia, atau sebaliknya, sangat penting. Misalnya, kata factoring yang disepadankan dengan ‘anjak piutang’ dalam bahasa Indonesia; dan franchise yang diterjemahkan sebagai waralaba. Dalam hukum ekonomi syariah ada beberapa istilah yang berasal dari bahasa Arab dan perlu dipahami.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua