Jumat, 06 September 2019

Seperguruan, Advokat, Jaksa, dan Hakim di Jepang Dididik Satu Atap

Melewati dua kali ujian seleksi dalam proses pendidikan selama satu tahun. Terikat satu kode etik profesi bersama.
Normand Edwin Elnizar
Presiden KAI dan jajarannya menyambut delegasi JILA, Selasa (3/9). Foto: NEE

Ada cerita menarik dari Yoshiro Kusano, Ketua Japan-Indonesia Lawyers Association (JILA) soal hubungan Advokat, Jaksa, dan Hakim di Jepang. Menurutnya, ketiga profesi hukum di Jepang itu cenderung kompak dalam menegakkan hukum. Sebabnya karena Jepang merekrut calon advokat, jaksa, dan hakim dalam satu proses pendidikan. Bahkan ketiga profesi ini terikat dengan hanya satu kode etik bersama sebagai penegak hukum.

 

“Sudah 70 tahun setelah perang dunia dijadikan satu proses rekrutmen,” kata Kusano dalam kunjungannya ke kantor Dewan Pimpinan Pusat Kongres Advokat Indonesia (DPP KAI), Selasa (3/9).

 

Bersama tujuh orang advokat Jepang lainnya, Kusano tengah melakukan kunjungan persahabatan rutin ke Indonesia. Selain ke kantor DPP KAI, delegasi ini juga mendatangi beberapa pengadilan di Indonesia termasuk Mahkamah Agung. Kusano menyebutkan rata-rata jumlah yang lolos ujian seleksi pendidikan untuk menjadi calon advokat, jaksa, dan hakim di Jepang sebanyak 1500 orang. Para calon ini akan diminta mengisi pilihan mereka dalam skala persentase untuk menjadi advokat, jaksa, atau hakim.

 

Di akhir pendidikan berdurasi setahun itu akan kembali diadakan ujian. Biasanya hanya ada 60-an orang yang nilainya lolos untuk diterima menjadi hakim dan 60-an orang pula untuk posisi jaksa. Pendidikan diselenggarakan oleh Mahkamah Agung bersama Kementerian Hukum. Selama setahun mereka mendapat pendidikan dari tim pengajar yang terdiri dari hakim, jaksa, dan advokat.

 

“Selebihnya adalah yang akan menjadi advokat,” Kusano menjelaskan. Namun ini bukan berarti advokat yang dihasilkan adalah calon ‘buangan’. Sejak awal menetapkan persentase pilihan, para calon memang sudah menyatakan pilihannya. Pilihan menjadi advokat biasanya disebabkan ada peluang memiliki penghasilan lebih banyak dan tidak harus mengikuti rotasi penempatan tugas dinas dari satu wilayah ke wilayah lain.

 

Ada satu federasi organisasi advokat yang kemudian mengangkat para calon advokat tersebut sebagai anggotanya. Apabila ada masalah sampai harus dipecat, kewenangan sepenuhnya ada pada organisasi advokat tersebut secara otonom. “Organisasi yang mengangkat, dulu sebelum perang dunia kedua memang diangkat pemerintah,” katanya saat diminta konfirmasi oleh Hukumonline.   

 

Baca:

 

JILA yang dipimpin oleh Kusano ini adalah sebuah organisasi persahabatan para advokat kedua negara. Berawal dari keterlibatan Kusano dalam proyek pemberdayaan sistem mediasi indonesia yang dijalankan JICA (Japan International Cooperation Agency) di tahun 2007-2009. Proyek ini berakhir dengan terbitnya peraturan baru dari Mahkamah Agung Indonesia yang menerapkan model Wakai dan Chotei Jepang dalam mediasi.

 

Belakangan, Kusano dan rekan-rekan ahli hukum Jepang merasa semakin akrab dengan ahli-ahli hukum Indonesia. Rasa solidaritas di antara mereka menghasilkan usulan untuk membentuk suatu perhimpunan ahli hukum kedua negara.  

 

Hasilnya adalah berdirinya JILA pada Agustus tahun 2012 dengan Kusano sebagai ketua pengurus dan Hikmahanto Juwana dari Universitas Indonesia sebagai wakil ketua pengurus. Organisasi ini kemudian aktif melakukan kegiatan kerjasama bidang hukum dan peradilan serta persahabatan praktisi hukum kedua negara.

 

Delegasi JILA ini diterima oleh Presiden KAI Tjoetjoe Sandjaja Hernanto dan wakilnya TM Luthfi Yazid. Hadir pula Sekretaris Umum Ibrahim Massidenreng, Bendahara Umum  Yaqutina Kusumawardhani serta jajaran pengurus lainnya. Kunjungan ini sekaligus menjadi kunjungan balasan atas kunjungan pimpinan DPP KAI ke Jepang sebelumnya.

 

Pimpinan KAI dan delegasi JILA mendiskusikan banyak hal tentang pengalaman kedua negara dalam menjalani profesi advokat. “Penegak hukum di sana saling menghormati karena pendidikannya sama, satu guru satu ilmu, ini konsep yang bagus untuk Indonesia,” kata Tjoetjoe. Ia menyatakan KAI menyambut baik peningkatan kerja sama kedua negara dalam rangka meningkatkan kualitas profesi hukum.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua