Langkah Jika Tanah Wakaf Diklaim Hak Milik dan Mau Dijual

Bacaan 6 Menit
Langkah Jika Tanah Wakaf Diklaim Hak Milik dan Mau Dijual
Pertanyaan
Saat ini di lingkungan kami berdiri sebuah masjid yang luasnya kurang lebih 1.000 m2. Pendirian masjid itu berasal dari tanah wakaf gusuran musala Setia Budi. Dulu, pada saat proses pembuatan surat-menyurat tanah masjid oleh salah seorang warga (dengan alasan agar urusannya cepat dan tidak bertele-tele) surat-surat dibuat atas namanya. Saat ini kami warga sekitar masjid resah karena warga tersebut ngotot ingin menjual sebagian tanah masjid yang diklaim sebagai miliknya (karena surat-surat dibuat atas namanya). Adapun saat ini kami mempunyai beberapa saksi yang mengetahui bahwa tanah masjid tersebut adalah tanah wakaf dari musala Setia Budi yang digusur. Bagaimana tindakan hukum yang harus kami lakukan untuk mempertahankan masjid kami?
Intisari Jawaban
Langkah yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya jual beli tanah wakaf oleh oknum warga tersebut adalah pertama-tama dengan mengajukan pembatalan sertifikat hak atas tanah terhadap setifikat yang diatasnamakan oknum warga tersebut, dengan menyertakan bukti-bukti yang ada.
 
Setelah adanya pembatalan, untuk menguatkan status tanah tersebut sebagai tanah wakaf, sebaiknya dibuat Akta Ikrar Wakaf (“AIW”) atau Akta Pengganti Akta Ikrar Wakaf (“APAIW”). Baru setelahnya nazhir mendaftarkan tanah wakaf tersebut ke kantor pertanahan setempat.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.