Selasa, 12 Maret 2013

Status Hukum Orang yang Bercerai Sebelum Usia Dewasa

Status Hukum Orang yang Bercerai Sebelum Usia Dewasa

Pertanyaan

Jika anak berumur 18 tahun (anak yang belum dewasa secara hukum perdata) melakukan pernikahan, lalu bercerai, apakah anak tersebut akan kembali termasuk anak di bawah umur secara hukum? Ataukah sebaliknya? Adakah undang-undang yang membahas mengenai masalah demikian? Terima kasih.

Ulasan Lengkap

Tentang hal-hal yang Anda tanyakan, perlu kami sampaikan bahwa saat ini masih terdapat perbedaan dalam hal batasan usia dewasa atau batasan usia anak dalam sejumlah peraturan perundang-undangan di Indonesia. Misalnya, menurut Pasal 330 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUHPer”), mereka yang belum dewasa adalah yang belum mencapai umur genap 21 tahun dan tidak kawin sebelumnya. Sedangkan, berdasarkan Pasal 47 ayat (1) Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (“UU Perkawinan”), anak yang belum mencapai umur 18 (delapan belas) tahun. Jadi, orang yang berusia 18 tahun masih dikategorikan anak menurut KUHPer, tapi usia tersebut tidak dikategorikan sebagai anak menurut UU Perkawinan. Pembahasan selengkapnya mengenai hal ini silakan simak artikel Perbedaan Batasan Usia Cakap Hukum dalam Peraturan Perundang-undangan).

 

Kemudian, di dalam UU Perkawinan tidak diatur lebih lanjut mengenai status seseorang yang telah kawin sebelum dia dewasa, kemudian bercerai sebelum usianya dewasa. Oleh karena itu, dalam hal ini kita merujuk kepada ketentuan-ketentuan di dalam KUHPer.

 

Seperti dijelaskan di awal, dalam Pasal 330 KUHPer diatur mengenai kedewasaan seseorang, yaitu seseorang dianggap dewasa jika telah mencapai usia 21 (dua puluh satu) tahun atau telah kawin.

 
Pasal 330 KUHPer:

Yang belum dewasa adalah mereka yang belum mencapai umur genap dua puluh satu tahun dan tidak kawin sebelumnya.

 

Dalam hal seseorang telah menikah dan bercerai sebelum sebelum berusia 21 (dua puluh satu) tahun, berdasarkan Pasal 330 ayat (2) KUHPer, orang-orang tersebut tidak kembali lagi dalam kedudukan belum dewasa:

 

Bila perkawinan dibubarkan sebelum umur mereka genap dua puluh satu tahun, maka mereka tidak kembali berstatus belum dewasa.

 

Dengan demikian, secara hukum perdata, seseorang yang bercerai sebelum usianya dewasa, tidak kembali menjadi orang yang berstatus sebagai belum dewasa atau anak.

 

Sedangkan, secara hukum pidana, ada yang berpendapat bahwa seseorang yang bercerai sebelum berusia 18 tahun, semestinya tetap dikualifikasikan sebagai anak. Pembahasan selengkapnya Anda dapat baca dalam artikel Meski Sudah Menikah, Usia 18 Tahun Diperlakukan Sebagai Anak.

 
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.
 
Dasar Hukum:

1.    Kitab Undang-Undang Hukum Perdata

2.    Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan

 

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Bung Pokrol
Saat ini sudah tidak bekerja di Hukumonline. Namun dulu pernah bergabung di Divisi Klinik.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua