Fidya yakin bahwa “jam terbang” merupakan aset yang sangat berharga dalam profesi di bidang hukum. “Program magang maupun pelatihan pengembangan karier bukan hanya tambahan pada daftar riwayat hidup, tapi menjadi laboratorium untuk menguji ketangguhan mental dan profesionalisme kerja,” kata Fidya.
Dalam perjalanan meniti karier di dunia hukum, Fidya pun menyadari bahwa persiapan teknis dan mental merupakan dua hal yang berbeda dan tidak dapat dipisahkan. Sebelum benar-benar terjun ke kantor hukum profesional, ia terlibat aktif dalam berbagai program untuk mengasah kemampuannya, mulai dari kemampuan yang paling dasar untuk dimiliki seorang lawyer seperti riset, analisis, dan negosiasi, hingga kemampuan manajemen klien dengan tetap profesional.
Selain penguasaan teknis, ia menempatkan networking dan integritas sebagai pilar utama dalam rencana kariernya. Menurutnya, memperluas koneksi bukan hanya bertujuan mencari pekerjaan, melainkan sarana untuk bertumbuh. Fokus utamanya adalah menyerap perspektif baru dan menggali kearifan profesional yang hanya bisa didapatkan dari pengalaman nyata para pendahulunya.
Di tengah kompleksitas dunia hukum yang sering kali penuh dengan area abu-abu, Fidya memegang teguh prinsip bahwa integritas adalah pembeda utama seorang praktisi. Ia percaya bahwa dampak nyata bagi masyarakat hanya dapat diciptakan jika setiap solusi hukum yang diberikannya tetap berpijak pada nilai-nilai keadilan dan kode etik profesi yang luhur.
Pada akhirnya, membangun reputasi yang bersih sejak awal merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam bisnis yang bertumpu pada kepercayaan.
Senior Associate WIEM Law Firm, Haviz Fajar Akmal mengungkapkan bahwa Fidya menunjukkan ketajaman analisis yang terus berkembang, khususnya dalam menghubungkan aspek teoritis dengan praktik litigasi. Dengan latar belakang Hukum Pidana dan ketertarikan pada sengketa korporasi serta arbitrase, Fidya tidak hanya memahami norma hukum, tetapi juga mampu merumuskan strategi yang aplikatif di lapangan.
Fidya juga dikenal memiliki ketelitian dalam peninjauan kontrak, penguatan alat bukti, serta kemampuan retorika yang terstruktur dalam proses persidangan. Selain itu, komitmennya terhadap integritas dan pengembangan profesional menjadikannya sosok yang menjanjikan dalam praktik hukum.
"Fidya memiliki kombinasi antara kedisiplinan intelektual dan kesiapan praktik yang jarang ditemukan pada level junior. Dengan pendekatan yang strategis dan integritas yang kuat, ia berada pada jalur yang tepat untuk menjadi penasihat hukum yang andal di masa depan," ujar Haviz.
















