Terbaru

Dirjen Badilag MA: Kami Sudah Melabelkan Peradilan Agama Berlabel Internasional

Badilag telah banyak melakukan kerja sama dengan berbagai negara. Seperti Australia, Malaysia, negara-negara Asia lainnya, hingga negara-negara timur tengah. Beasiswa untuk Hakim dan Aparatur Peradilan Agama kerja sama dengan AMINEF diharapkan dapat membawa Peradilan Agama lebih maju lagi.

Oleh:
Ferinda K Fachri
Bacaan 2 Menit
Dirjen Badilag MA Aco Nur (kiri) saat webinar bertajuk 'Beasiswa AMINEF/Fulbright untuk Hakim dan Aparatur Peradilan Agama', Kamis (14/4/2022). Foto: FKF
Dirjen Badilag MA Aco Nur (kiri) saat webinar bertajuk 'Beasiswa AMINEF/Fulbright untuk Hakim dan Aparatur Peradilan Agama', Kamis (14/4/2022). Foto: FKF

Belum lama ini, Badan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung baru saja menggelar Webinar bertajuk “Beasiswa AMINEF/Fulbright untuk Hakim dan Aparatur Peradilan Agama” pada Kamis (14/4/2022) lalu. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Aco Nur menyampaikan bahwa Badilag selalu berusaha untuk membangun badan peradilan agama yang excellent melalui berbagai kerja sama dan inovasi yang berorientasi pengembangan sumber daya manusia atau mengembangkan organisasi.

“Saya minta kepada teman-teman di Badan Peradilan Agama yang mempunyai kemampuan untuk melakukan tes atau mendaftar di beasiswa Fulbright. Siapa tahu kita bisa mengikuti pendidikan di Amerika untuk pengembangan sumber daya manusia dalam rangka membawa peradilan agama yang berlabel internasional,” ujar Aco dalam sambutannya.

Aco mengaku Badilag sudah melabelkan peradilan agama berlabel internasional. Bukan tanpa alasan, kata dia, karena selama ini telah banyak kerja sama yang dilakukan Badilag dengan berbagai negara. Seperti Australia, Malaysia, negara-negara Asia lainnya, hingga negara-negara timur tengah.

Kerja sama tersebut dilakukan dengan maksud sebagai sarana bertukar pikiran yang dapat membawa organisasi peradilan dapat memberikan layanan terbaik kepada masyarakat dalam memperoleh keadilan, kepastian, dan manfaat.

Baca Juga:

Untuk itu, beasiswa Fulbright juga menjadi salah satu sarana Badilag mencerdaskan dan meningkatkan sumber daya manusia di badan peradilan agama. “Oleh sebab itu, saya minta kepada teman-teman hakim, panitera, atau bagian kesekretariatan untuk berlomba mengikuti beasiswa ini untuk mengambil S2 atau S3 atau pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan kebutuhan di Pengadilan Agama RI,” kata dia.

Aco menerangkan saat ini Badilag MA membawahi 441 pengadilan di seluruh Indonesia yang mana dari 441 pengadilan itu terdiri atas kurang lebih 3.000-an hakim, 4.000-an panitera, dan 2.000-an bagian kesekretariatan. Sehingga total jumlah aparatur sumber daya manusia yang ada di lingkungan Pengadilan Agama tercatat sekitar 9.377 orang.

Tags:

Berita Terkait