Memasuki hari ke tujuh pasca perang antara Iran VS Amerika Serikat-Israel, seluruh pihak mengintensifkan serangan masing-masing. Berbagai serangan udara saat ini dilaporkan merembet ke sejumlah negara. Di antaranya wilayah Irak, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, hingga Siprus.
Eskalasi konflik di Timur Tengah tersebut memicu respons cepat di pasar global dan memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Konflik tersebut mendorong lonjakan harga energi, peningkatan volatilitas pasar keuangan, serta gangguan pada jalur logistik internasional.
Pada Selasa (3/3/2026) malam, Presiden Prabowo Subianto menggelar forum dialog strategis bersama sejumlah mantan Presiden, dan mantan Wakil Presiden, hingga sejumlah mantan menteri luar negeri guna membahas perkembangan geopolitik global tersebut.
Baca juga:
- Imbas Serangan AS-Israel ke Iran, Pakar: Indonesia Perlu Menimbang Kembali Kepesertaannya di BoP
- Pemicu Serangan AS-Israel ke Iran: Ancaman Nuklir dan Politik Regional
Mantan Menteri Luar Negeri, Hassan Wirajuda mengatakan Presiden Prabowo memberikan paparan komprehensif mengenai situasi internasional terkini. Perang Amerika dan Israel melawan Iran. Termasuk menyoroti melemahnya efektivitas tatanan global.
“Didiskusikan implikasinya apa terhadap kita, terhadap dunia,” ujar Hassan dalam keterangannya seperti dilansir Kementerian Sekretariat Negara.
Sejalan dengan Garda Revolusi Iran yang mengumumkan penutupan Selat Hormuz karena kondisi keamanan. Penutupan ini berpotensi mengganggu perdagangan minyak dan gas global karena selat ini merupakan rute utama pasokan energi dunia.
















