Untuk ketiga kalinya, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) IBLAM menggelar International Conference & Call for Papers 2026 sebagai bagian dari komitmen memperkuat literasi hukum di Indonesia. Mengusung tema besar ‘Future Law Challenges: Strengthening Justice, Utility and Legal Certainty in Society 5.0’, konferensi ini akan dilaksanakan secara daring pada 7-8 April 2026 dan menghadirkan pembicara dari dalam maupun luar negeri.
Ketua Yayasan Lembaga Pengembangan Ilmu Hukum dan Manajemen (LPIHM) IBLAM, Rahmat Dwi Putranto mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk konsistensi institusi dalam mengembangkan kualitas akademik sekaligus memperluas jejaring global di bidang hukum.
“Ini adalah International Conference kita yang ketiga. Di samping kita sudah terakreditasi unggul, kegiatan ini menjadi komitmen IBLAM sebagai kawah candradimuka literasi hukum di Indonesia,” ujar Rahmat kepada Hukumonline, Kamis malam, (2/4/2026) kemarin.
Baca juga:
- Lulusan Terbaik STIH IBLAM Siap Berkontribusi bagi Dunia Hukum Tanah Air
- Prodi Sarjana Ilmu Hukum STIH IBLAM Raih Akreditasi Unggul dari BAN-PT
Dia menilai konferensi ini bukan sekadar ajang akademik semata, tap juga sarana untuk merespons dinamika perkembangan profesi hukum yang semakin kompleks. Terlebih saat ini, profesi hukum tidak lagi terbatas pada aspek litigasi dan non litigasi.
“Profesi hukum saat ini menuntut sub kompetensi yang lebih luas, seperti perlindungan data pribadi, perbankan dan keuangan, keamanan siber, hukum kesehatan, hingga hukum pendidikan. Ini menjadi penting karena kebutuhan di masyarakat juga semakin berkembang,” jelasnya.
Tema ‘Future Law Challenges’ dipilih untuk menggambarkan tantangan hukum di era Society 5.0, di mana integrasi antara teknologi, sains, dan kehidupan sosial semakin erat. Dalam konteks ini, hukum dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan yang cepat dan multidisipliner.
















