Jumlah kasus isoman yang meninggal juga meningkat dalam sepekan terakhir. Mengutip Laporcovid19 yang meninggal sampai 621 orang. “Tingkat vaksinasi rendah, banyak pasien mengalami kejadian lebih parah karena belum vaksinasi,” ujar Halida dalam diskusi secara daring bertajuk “Program Vaksinasi Covid-19 dan Keberpihakannya Bagi Kelompok Rentan”, Senin (19/7/2021) kemarin.
Halida meminta pemerintah untuk segera mempercepat vaksinasi. Dia melihat tantangan vaksinasi yang dilakukan selama ini, antara lain bahan baku vaksin merupakan produk impor. Selain itu, penting menyederhanakan proses birokrasi. Persediaan vaksin juga harus ditingkatkan agar proses vaksinasi bisa lebih cepat. Diplomasi juga layak untuk dilakukan agar seluruh negara bisa mendapatkan berbagai varian vaksin yang sangat dibutuhkan.
“Pembebasan hak paten vaksin Covid-19 untuk sementara juga penting agar semua negara bisa mendapatkan vaksin yang sama.”
Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, mengingatkan vaksinasi harus dibarengi dengan kebiasaan protokol kesehatan yang ketat, seperti pakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan, menjaga jarak, dan membatasi mobilitas. Kegagalan menerapkan protokol kesehatan dan vaksinasi akan menyebabkan persoalan hilir yang sulit diatasi seperti fasilitas kesehatan penuh dan kelangkaan oksigen.
Pemerintah mentargetkan vaksinasi menyasar lebih dari 208 juta masyarakat Indonesia termasuk usia 12 tahun. Total vaksin yang ada per tanggal 16 Juli 2021 mencapai 142 juta dosis. Penting untuk dicermati bagaimana distribusi vaksin tersebut agar tersebar ke berbagai wilayah. “Kondisi geografis dan tempat penyimpanan vaksin merupakan tantangan yang dihadapi,” ujar Timboel dalam kesempatan yang sama.
Menurut Timboel, pelaksanaan vaksin gotong royong selama ini tidak maksimal karena harganya yang relatif mahal. Sekalipun perusahaan mau membiayai vaksin gotong royong untuk pekerjanya, persoalan yang dihdaapi yakni distribusinya ke daerah sangat lambat. Vaksinasi gotong royong perlu dibenahi karena selama ini hanya ditujukan untuk pekerja/buruh, padahal penting juga vaksinasi untuk keluarga buruh.
Ketua Umum Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HDWI), Maulani Rotinsulu, mengatakan organisasinya menerima laporan dari daerah yang menyebut anggotanya ketakutan dan tidak mau menyambangi tempat vaksinasi. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan sosialisasi dan diseminasi informasi secara langsung kepada masyarakat penyandang disabilitas melalui pusat komunitas atau organisasi penyandang disabilitas.
















