Menteri ESDM: Memberantas Mafia Migas Tugas KPK
Berita

Menteri ESDM: Memberantas Mafia Migas Tugas KPK

Kementerian ESDM akan berkonsentrasi untuk mencarikan solusi permasalahan migas di Indonesia.

KAR
Bacaan 2 Menit
Menteri ESDM, Sudirman Said (kiri). Foto: www.esdm.go.id
Menteri ESDM, Sudirman Said (kiri). Foto: www.esdm.go.id

Sudah bukan rahasia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kerap dikaitkan dengan mafia migas. Menteri ESDM, Sudirman Said, justru menyatakan dirinya tak akan bersusah payah mengurus mafia migas. Ini dikarenakan pemberantasan mafia migas bukanlah bagian dari tanggung jawabnya.

"Itu tugas KPK untuk mengurus mafia-mafia migas Indonesia," ujarnya di Jakarta, Kamis (6/11).

Menurut Sudirman, Kementerian ESDM tak ingin ikut campur dalam proses pengejaran mafia migas. Ia menjelaskan, pemberantasan mafia migas merupakan ranah penegakan hukum. Dengan demikian, aparat penegak hukum merupakan pihak yang paling berhak menangani mafia migas.

"Itu masalah penegakan hukum. ESDM tidak mau ikut campur. Tugas menteri ESDM bukan cari mafia migas melainkan bekerja dengan cepat sehingga bisa berjalan," jelas Sudirman.

Sudirman menjelaskan bahwa tugas Kementerian ESDM saat ini hanya melayani masyarakat. Oleh karena itu, Sudirman tak mau berbicara banyak mengenai mafia migas. Ia menegaskan, hanya ingin bekerja dengan sebaik-baiknya meskipun banyak kendala dan hambatan ke depannya.

“Kementerian ESDM cuma melayani masyarakat saja dan bekerja dengan baik sesuai visi misi Presiden kita. Kita enggak mengurusi masalah hukum. Jadi serahkan saja sama yang berwajib, dan biarkan saya di sini bekerja dengan sebaik-baiknya," tandasnya.

Meski demikian, Sudirman mengatakan bukan dirinya tak peduli dengan perbaikan tata kelola migas. Ia mengakui, justru pihaknya akan berkonsentrasi untuk mencarikan solusi permasalahan migas di Indonesia. Dia menyatakan berkomitmen untuk membenahi struktur pemerintahan dan birokrasi agar dapat kembali menjadi positif di mata masyarakat.

Selain itu, Sudirman juga menegaskan pihaknya tidak akan membiarkan penyelewengan migas. Ia meyakinkan, Kemnterian ESDM akan terus memantau tindak pidana penyelewengan di sektor energi. Jika terjadi sesuatu, kata Sudirman, dirinya akan meminta pihak berwenang untuk bertindak cepat menangani aksi mafia migas.

"Kalau ada hal menyimpang tentu ada tindakan. Kita laporkan ke penegak hukum dan biar mereka bekerja," ungkap Sudirman.

Nama Sudirman Said sendiri sering dikaitkan dengan kelompok mafia migas oleh beberapa pihak. Ia kerap kali disebut-sebut sempat dikeluarkan dari PT Pertamina. Kesan negative terhadapnya juga tak lepas dengan desas-desus yang mengaitkan Sudirman dengan pengalihannya di perusahaan Sumarno INC.

Menanggapi desas-desus itu, ia hanya berbicara dengan santai sambil tersenyum. Menurutnya, isu itu adalah masalah-masalah yang tidak penting untuk ditanggapi. Ia menuturkan, menanggapi selenteingan negatif semacam itu merupakan sesuatu yang buang-buang waktu.

"Yang menganggap seperti itu, suruh kenal saya dulu deh, ngobrol sama saya, pasti akan jatuh cinta kedepannya. Jangan berhalusinasi dulu," tukasnya singkat.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan Kementerian ESDM bisa saja terlibat memberantas mafia migas. Ia menyebut, pembekuan Petral merupakan peluang pemerintah memotong potensi mafia migas.

"Diawal, tim transisi dan Jokowi sempat menyampaikan akan menutup Petral. Tetapi Menteri ESDM Sudirman Said menyatakan tak akan membubarkan Petral. Kalau Petral tidak jadi dibubarkan, setidaknya saya melihat fakta bahwa tidak ada komitmen untuk untuk mengurangi praktek dan eksistensi mafia perminyakan di Indonesia,” kata Dahnil.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info