Peradi-Hukumonline Gelar Pelatihan Menulis Artikel Hukum Populer
Terbaru

Peradi-Hukumonline Gelar Pelatihan Menulis Artikel Hukum Populer

Acara ini diyakini penting bagi anggota Peradi di seluruh Indonesia dalam meningkatkan kemampuan organisasi di bidang tulis menulis.

Willa Wahyuni
Bacaan 3 Menit
Wakil Ketua Umum DPN Peradi, R. Dwiyanto Prihartono membuka acara webinar bertema 'Menulis Artikel Hukum Populer dan Sosial Media Bagi Advokat', Jumat (1/7/2022). Foto: WIL
Wakil Ketua Umum DPN Peradi, R. Dwiyanto Prihartono membuka acara webinar bertema 'Menulis Artikel Hukum Populer dan Sosial Media Bagi Advokat', Jumat (1/7/2022). Foto: WIL

Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) bersama Hukumonline mengadakan pelatihan penulisan bagi anggota Dewan Pimpinan Nasional Peradi di seluruh Indonesia pada Jumat (1/7/2022) secara daring.

Dalam pelatihan penulisan tersebut Peradi yang difasilitasi oleh bidang Publikasi Hubungan Masyarakat, dan Protokoler mengusung tema “Menulis Artikel Hukum Populer dan Sosial Media Bagi Advokat”.

Pelatihan penulisan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota Peradi dalam menulis opini hukum, kemampuan menulis di media massa, dan memberikan panduan kepada anggota Peradi dalam membangun relasi dengan media massa serta masyarakat umum.

Acara ini diyakini penting bagi anggota Peradi di seluruh Indonesia dalam meningkatkan kemampuan organisasi di bidang tulis menulis. Hal ini diungkapkan langsung oleh Wakil Ketua Umum DPN Peradi yaitu R. Dwiyanto Prihartono dalam acara tersebut. Acara yang digelar dalam dua sesi ini mengundang Pemimpin Redaksi Hukumonline Fathan Qorib dan Redaktur Hukumonline Agus Sahbani sebagai pemateri dan dimoderatori oleh Riri Purbasari Dewi dan Fernando Yohanes.

Baca Juga:

“Program ini menjadi penting, lantaran menjadi fokus utama bagaimana kita secara internal bisa melakukan kegiatan yang meningkatkan kemampuan kita khususnya untuk organisasi, agar lebih mampu, lebih capable, lebih bisa aktif ketika berhubungan dengan publik yang membutuhkan kemampuan menulis yang baik,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa membaca berita penting bagi advokat, namun ketika seorang advokat yang menulis seringkali hanya berupa tulisan tanpa menarik untuk dibaca lantaran tidak ada pemantik dari judul yang diberikan, sehingga tidak menarik dibaca.

“Sebagai orang media tentu sudah terbiasa serta memiliki background jurnalis yang ahli dibidang itu, tapi sebagai seorang advokat kita yang terbiasa ahli dalam jawab-menjawab dalam gugatan perdata ketika menulis belum terbiasa dan itu yang perlu kita tingkatkan,” sambungnya.

Ia juga menjelaskan, beberapa dokumen yang perlu diberitahukan kepada publik, Peradi harus mengakui bahwa masih harus meningkatkan kemampuan dalam bidang kepenulisan yang akan mempermudah penyampaian kepada publik.

Hukumonline.com

Ia melanjutkan, saat ini kritik orang luar terhadap advokat menganggap advokat kurang sensitif dan kurang memberikan kontribusi untuk permasalahan perkembangan hukum negara.

“Orang luar menganggap advokat kurang sensitif terhadap isu-isu kenegaraan, sehingga kemauan kita menulis harus ditingkatkan. Kemudian setelah ada kemauan, selanjutnya bagaimana tulisan kita dianggap penting dan akhirnya mau dibaca orang karena dianggap menarik,” katanya.

Secara singkat, tulisan tidak hanya menarik dan dapat menjangkau publik untuk membaca terkait tulisan tersebut. Lebih dari itu, Dwiyanto berharap ketika tulisan tersebut memberikan info yang cukup, setelahnya harus dilakukan intropeksi apakah tulisan tersebut cukup memadai.

Ia juga memberi contoh kegiatan Peradi yang dituliskan secara menarik meski itu hanya pengumuman mengenai ujian Advokat.

“Kemarin pada saat kita mengadakan ujian advokat tanggal 25 Juni, bagi Peradi ujian itu rutin, dan setiap ujian kita harus memberitahukan kepada publik perihal ujian tersebut. Tetapi berita soal ujian bagi orang jurnalis itu sebuah rutinitas yang biasa dan tidak ada poin, namun disitu kemampuan jurnalis bisa membuat berita ujian dapat dibaca dan diikuti oleh semua orang,” tambahnya.

Kemudian, pada saat ini di dalam internal Peradi secara nasional telah banyak memposting agenda-agenda masing-masing Peradi di setiap daerah. Beberapa postingan tersebut terdiri dari berita, infografis, serta video pendek.

“Beberapa kegiatan yang dipublikasikan ini secara tidak langsung akan meningkatkan kemampuan kita dalam membuat berita yang menarik. Hal ini diharapkan seluruh DPN Peradi menjadi bagian untuk berpartisipasi dalam berbagai hal yang berkaitan dengan hukum, sehingga kita dapat berguna dan bermanfaat bagi masyarakat dan diri sendiri,” terangnya.

Pada saat ini, kemampuan menulis populer di bidang hukum menjadi hal yang tidak terpisahkan dari profesi hukum, sasaran tulisan-tulisan populer terkait hukum pun ditujukan tidak hanya kepada seseorang yang berprofesi hukum, melainkan juga anak muda.

Anak muda yang pada saat ini hanya ingin membaca informasi dengan singkat namun jelas menjadi tantangan tersendiri bagi Peradi khususnya.

“Ini merupakan tantangan yang luar biasa, bagaimana cara kita buat rumusan yang singkat, tapi komunikatif, informatif, dan berguna ketika kita membuatnya. Sehingga tulisan yang dihasilkan tidak menjadi tulisan yang dikesampingkan dan tidak dibaca,” sambungnya.

Terakhir, ia berharap bahwa advokat harus menjadi bagian dan ikut serta dalam perkembangan yang pesat di bidang teknologi informasi yang tengah berlangsung pada saat ini.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info